Retak

Intan Retma
Karya Intan Retma Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Mei 2016
Retak

Karena "tigapuluhlimaratus" ku meleleh begitu saja. Kenangannya terbekukan keadaan. Rasa pahit terbalut coklat -yang kata mereka- penuh kasih itu tlah terjilat mulut, habis ditelan hingga perut. Mereka tak tahu, karena mereka buta. Mata yang terbutakan nafsu kataku. Hanya demi sebuah nafsu dunia, kesenangan sesaat.

Katamu, “Aku hanya ingin memperbaiki komunikasi yang dulu sempat memburuk”.

(dalam hati) Halaah.. Klise.

Lagu lama”, kataku sambil lari menjauh. Sementara kedua matamu masih memandangiku berlalu.

Cara yang elegan, tetapi terlalu murahan. Ini yang kau balaskan padaku? Picik jika tujuanmu mematikan dongengku , agar dongeng perempuan lain mendapat kehidupan”. Retak.

Lantas aku teringat pada Arini.

 

 

Tulungagung, 19 Mei 2016

-13.10-