Zimbabwe Larut dalam Kebahagiaan Sambut Lengsernya Robert Mugabe

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Politik
dipublikasikan 22 November 2017
Zimbabwe Larut dalam Kebahagiaan Sambut Lengsernya Robert Mugabe

Warga Zimbabwe hingga larut malam masih merayakan mundurnya Robert Mugabe sebagai presiden negara tersebut. BBC.com melaporkan pada Rabu (22/11/2017) Robert Mugabe berkuasa selama 37 tahun dan pernah mengatakan “hanya Tuhan” yang mampu melengserkannya.

Sementara masih ada yang menganggapnya sebagai pahlawan kemerdekaan Afrika, banyak pula yang mengkritik Robert Mugabe sebagai penguasa lalim yang menguasai negara tersebut berdasarkan ketakutan dan bahkan membawa ekonomi Zimbabwe, yang dulu sempat menjanjikan, mendekati kehancuran.

Pengunduran diri Robert Mugabe muncul secara mengejutkan dalam bentuk surat yang dibacakan oleh juru bicara parlemen setempat. Dalam surat tersebut, ia mengatakan mundur untuk membuka jalan bagi transfer kekuasan yang mulus dan damai. Ia menegaskan keputusannya ini sukarela. Sebelumnya, Robert Mugabe menolak tekanan publik, tentara dan partainya sendiri agar mundur. Hingga hari dia mundur, Robert Mugabe merupakan pemimpin tertua di dunia di usianya yang mencapai 93 tahun.

Aktivis dan kandidat politik Vimbaishe Musvaburi menangis bahagia saat berbicara kepada BBC. “Kami lelah dengan pria ini, kami senang dia pergi. Kami tak lagi menginginkannya dan ya, hari ini adalah hari kemenangan,” katanya.

Guardian.com pada Selasa (21/11/2017) waktu Harare, Zimbabwe, menulis penduduk setempat sangat riang menyambut pergantian kepemimpinan ini. Mereka membunyikan klakson, mengibarkan bendera, menyanyi, menari dan bersorak ria setelah matahari tenggelam di ibukota negara tersebut.

“Aku sangat senang untuk diri sendiri, untuk bayiku, seluruh negara ini,” kata Mildred Tadiwa, yang keluar rumah bersama putrina yang berusia lima bulan. “Putriku akan tumbuh di Zimbabwe yang lebih baik,” tambahnya.

“Ini saatnya darah baru. Umurku 36 tahun dan aku telah menunggu ini selama ini, aku hanya tahu satu pemimpin,” kata William Makombore, yang bekerja di sektor keuangan. Dia mengibarkan bendara yang ia taruh di dalam mobilnya sejak aksi unjuk rasa akhir pekan lalu. “Ini akan jadi momen yang berlangsung sepanjang malam.”

 Sumber gambar 

  • view 81