KPK Hari Ini Periksa Istri Setya Novanto Sebagai Saksi

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 20 November 2017
KPK Hari Ini Periksa Istri Setya Novanto Sebagai Saksi

Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik berlanjut Senin (20/11/2017). Hari ini penyidik akan menghadirkan istri Setya Novanto, Deisti Astiani Tagor, sebagai saksi atas kasus yang menjerat suaminya tersebut, ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah sebagaimana dilaporkan oleh liputan6.com.

Febri mengatakan Deisti Astiani Tagor akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai petinggi PT Mondialindo Graha Perdana. KPK menduga perusahaan itu mempunyai hubungan dengan kasus tersebut. “Diperiksa dalam kapasitas sebagai mantan komisaris PT Mondialindo Graha Perdana,” kata Febri.

Detik.com pada hari ini menulis KPK akan memeriksa Deisti sebagai saksi dari Dirut PTQuadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, dimana PT Quadra Solution adalah salah satu pihak yang mengerjakan proyek KTP elektronik tersebut. Pengacara keluarga Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan istri kliennya tersebut akan datang memberikan keterangan. “Pasti datang, kalau beliau enggak sakit. Kalau beliau sakit, enggak datang,” katanya.

Kompas.com pada hari menulis KPK pada 10 November 2017 pernah memanggil Deisti Astiani Tagor namun berhalangan hadir karena sakit.

“Kemarin tanggal 10 November 2017 yang bersangkutan tidak hadir karena alasan sakit,” tegas Febri.

Setya Novanto sendiri telah ditahan sejak semalam (19/11/2017) di di Rutan Klas 1 KPK Cabang Jakarta Timur setelah dokter menyatakannya tidak perlu lagi menjalani rawat inap di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan pada Kamis (16/11) lalu.

Pada 31 Oktober 2017, KPK menerbitkan surat perintah penyidikan untuk Setya Novanto. Ia sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat/DPR disangka bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi terkait proyek pengadaan e-KTP.

KPK menjerat Novanto dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Sumber gambar 

  • view 166