Korban Tewas Akibat Gempa Iran, Irak Bertambah Jadi 452 Orang

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 14 November 2017
Korban Tewas Akibat Gempa Iran, Irak Bertambah Jadi 452 Orang

Jumlah warga yang meninggal dunia akibat gempa yang melanda perbatasan Iran dengan Irak Minggu malam waktu lokal bertambah menjadi setidaknya 452 orang sedangkan ribuan lainnya terluka, demikian tulis CNN.com yang telah diperbaharui pada Selasa (14/11/2017). Gempa tersebut merupakan yang paling mematikan sepanjang tahun ini, melebihi gempa yang menggetarkan Mexico City pada September. Gempa berkekuatan 7,3 pada Skala Richter bahkan terasa hingga sejauh Turki dan Pakistan.

Sekitar 100 orang yang meninggal dunia dilaporkan berasal dari satu kota yang sama di provinsi Kermanshah di Iran, tulis kantor berita semi milik pemerintah Iran Mehr. Menanggapi banyaknya simpati dan tawaran bantuan, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengeluarkan pernyataan sebagai berikut pada Senin: “Gambar yang menyayat hati dari kerusakan gempa dan hilangnya nyawa di Kermanshah (dan di Irak). Kami berterima kasih atas simpati dan tawaran bantuan dari warga dunia. Untuk saat ini, kami bisa menangani hal ini dengan sumber yang kami miliki. Kami ucapkan banyak terima kasih atas segala tawaran bantuan dan kami akan terus memperbaharui (terkait gempa ini).”

NBC News pada Senin (13/11/2017) waktu lokal menurunkan laporan bahwa tim penyelamat di Iran yang bekerja mencari korban yang masih hilang dan terhalang oleh tanah longsor mengakhiri upaya pencarian mereka Senin malam atau Selasa pagi, ungkap pejabat teras manajemen bencana Iran Pir-Hossein Kolivand menurut Reuters.

Banyak rumah di pedesaan yang terbuat dari batu bata yang bisa secara gampang roboh jika terkena gempa. Kokab Fard, seorang ibu rumah tangga berusia 49 tahun di Sarpol-e-Zahab, berkata kepada The Associated Press bahwa dia berhasil menyelamatkan diri saat apartemennya roboh. Ia saat itu tak membawa apa-apa.

“Apartemen runtuh tak lama setelah aku bisa keluar dari apartemen,” kata Fard. “Aku tak bisa melihat kembali atau mengambil barang kepunyaanku,” tambahnya.

Sumber gambar

  • view 20