Kasus Dokter Helmi Tambah Daftar Kasus KDRT yang Berujung Maut

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 10 November 2017
Kasus Dokter Helmi Tambah Daftar Kasus KDRT yang Berujung Maut

Belum lepas dari ingatan publik kematian pegawai Badan Narkotika Nasional/BNN, Indria Kameswari bulan lalu di tangan suaminya sendiri, dokter Letty pun meregang nyawa diberondong enam kali tembakan dari suaminya yang juga seorang dokter bernama Helmi di klinik tempatnya bekerja di daerah jalan Dewi Sartika, Cawang pada Kamis (9/11/2017). Kompas.com pada Jumat (10/11/2017) menulis dokter Helmi dan dokter Letty sudah menikah selama lima tahun. Dugaan sementara dokter Helmi membunuh istrinya sendiri karena tidak mau dicerai.

“Diduga pelaku menembak istrinya karena tak mau dicerai,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo pada Kamis. Dokter Letty bukannya tak punya alasan kuat ingin berpisah dari suaminya tersebut. Helmi diketahui kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap almarhumah, bahkan pernah dilaporkan ke polisi sebelum akhirnya ditarik kembali.

Dokter Hilmi juga diduga pernah memperkosa seorang karyawan sebuah klinik di Jakarta Timur. Usai menghabisi nyawa istrinya, Helmi menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya lalu mengakui perbuatannya. Hingga kini ia masih diperiksa oleh pihak kepolisian. Belum diketahui darimana ia memperoleh dua pucuk senjata api rakitan yang ia gunakan untuk menembak istrinya sendiri. Dokter Hilmi terancam terkena pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dana tau pasal 338 tentang Pembunuhan dengan ancaman maksimal mendekam di penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Pada 7 Maret 2017, BBC Indonesia mengutip data dari Komnas Perempuan Indonesia bahwa ada 259.150 kasus kekerasan atas wanita selama 2016 sebagaimana diperoleh dari data di Pengadilan Agama dan yang ditangani oleh lembaga mitra pengadaan layanan di Indonesia.

Data tersebut 94% nya berasal dari perkara yang ditangani oleh pengadilan agama, yakni 245.548 kasus kekerasan terhadap istri yang berujung perceraian. Sedangkan kasus kekerasan yang terjadi di ranah pribadi yang ditangani oleh lembaga mitra pengada layanan mencapai 10.205 perkara. Komnas Perempuan sendiri mencatat ada 903 kasus kekerasan rumah tangga, dari total 1.022 yang lembaga ini terima secara langsung dari masyarakat.

Sumber gambar

 

  • view 130