New Delhi Darurat Kesehatan Gara-Gara Polusi Udara

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 08 November 2017
New Delhi Darurat Kesehatan Gara-Gara Polusi Udara

Membawa kembali kenangan mengerikan berupa kabut parah November tahun lalu, warga Delhi pada Selasa (7/11/2017) kembali bangun melihat kota mereka dikelilingi oleh kabut asap abu-abu beracun. Kualitas udara turun ke tingkat yang “parah”, lebih buruk dari polusi setelah Diwali di kota tersebut, sebagaimana telah diperbaharui oleh timesofindia.com pada Rabu (8/11/2017). Jalanan pun dipenuhi oleh orang yang memakai masker dimana-mana sembari terdengar keluhan penduduk ibukota yang mengaku sakit kepala, mata terasa terbakar, bernafas secara tidak nyaman hingga hidung berair.

Asosiasi Kesehatan India menggambarkan kondisi tersebut sebagai “darurat kesehatan publik”. Mutu udara di New Delhi menyentuh 448, lebih rendah dari 403 sehari setelah perayaan Diwali. Pada 5 November 2016, indeks bahkan sempat mencapai 485 dengan daya pandang yang sangat terbatas yang lalu disebut oleh ahli meteorologi sebagai “kabut asap”.

Warga telah dihimbau agar tidak melakukan kegiatan di luar ruangan juga menjaga agar anak mereka berada di dalam rumah agar tidak terpapar resiko mutu udara yang memang “sangat berbahaya”, tulis abcnews.go.com pada Selasa (7/11/2017). Menteri Pendidikan India mengkonfirmasikan sekolah dasar akan ditutup pada hari ini dimana ada kemungkinan penutupan bisa dilakukan lagi di kemudian hari. Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal mengeluarkan pernyataan di Twitter pada hari ini dimana ia telah meminta Wakil Kepala Menteri, Sh. Manish Sisodia untuk mempertimbangkan menutup sekolah selama beberapa hari.

Situasi ini diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Asosiasi Dokter setempat meminta Kejriwal agar membatalkan pagelaran Airtel Delhi Half Marathon, yang menurut laporan media setempat, berlangsung mulai hari ini hingga 19 November 2017. Jadwal penerbangan juga telah diubah akibat jarak pandang yang pendek hari ini. Lebih dari 20 penerbangan telah ditunda dan setidaknya empat rute telah dialihkan.

Sumber gambar