Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Agama 1 November 2017   13:44 WIB
Hari Raya Galungan Dirayakan Umat Hindu Bali Hari Ini

Hari pertama bulan November 2017 ini rupanya bertepatan dengan Hari Raya Galungan di Bali. Berbanding terbalik dengan suasana Hari Nyepi yang harus sunyi, Galungan biasa dirayakan dengan lebih meriah. Suasana jelang Galungan tahun ini mungkin memang dirasa berbeda oleh warga Bali. Seperti diketahui sebelumnya, beberapa waktu belakangan  status Gunung Agung sempat mengkhawatirkan.

Namun beruntung, beberapa hari sebelum Galungan status awas Gunung Agung turun menjadi siaga. Dikutip dari Liputan6.com, para pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung, Bali, akhirnya dapat pulang untuk merayakannya di rumah masing-masing di berbagai wilayah di Kabupaten Karangsem.. Meski begitu tidak semua merasa aman-aman saja, salah satu pengungsi asal Desa Muncan, Nyoman Parwata (45), mengungkapkan akan kembali ke pengungsian setelah selesai melaksanakan ritual upacara Galungan di desa karena masih takut untuk tetap tinggal di rumah dalam jangka waktu lama.

Sementara itu, Hari Raya Galungan yang dirayakan setiap 210 hari berdasarkan perhitungan kalendar Saka Bali, yakni Budha Kliwon Dungulan dan  berarti kemenangan kebaikan atas kejahatan ini ternyata tidak dirayakan oleh seluruh umat Hindu dunia. Terbukti seperti yang dilansir dari Detikcom, hari raya ini hanya dirayakan oleh umat Hindu-Bali. Lebih lanjut seorang penganut Hindu asli Bali bernama I Made Dwipayana menjelaskan bahwa perayaan Galungan merupakan tradisi Bali, karena Hindu yang ada di India tidak mengenal Galungan. Ia pun meluruskan pendapat keliru banyak orang yang mengatakan bahwa tradisi Bali sepenuhnya  dijiwai oleh ajaran Hindu. Sedangkan kenyataan sebenarnya menurutnya, praktik agama Hindu yang datang disesuaikan dengan praktik tradisi dan budaya yang sudah ada sebelum agama-agama datang di Bali.

Lebih lanjut seperti ditulis Republika.co.id, Galungan menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana dapat menjadi perlambang dan momentum bahwa manusia bisa melawan musuh-musuhnya, baik musuh dalam diri dan di luar diri. Musuh dalam diri di antaranya hawa nafsu, kebencian, kemabukan dan kebingungan. Sedangkan musuh luar diri adalah kemiskinan, kebodohan, penyakit dan sebagainya.

Foto
 

Karya : Inspirasi News