Mendagri Akan Berhentikan Sementara Bupati Nganjuk

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 27 Oktober 2017
Mendagri Akan Berhentikan Sementara Bupati Nganjuk

Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah akan memberhentikan sementara Bupati Nganjuk Taufiqurrahman yang kini ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK dalam kasus dugaan suap. Wakil Bupati Nganjuk Abdul Wahid Badrus akan ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas atau Plt Bupati, tulis kompas.com pada Jumat (27/10/2017).

“Segera kami tunjuk Plt-nya agar tidak ada kekosongan pemerintahan di daerah,” kata Tjahjo via pesan singkat pada hari ini. Menanggapi penangkapan beberapa kepala daerah dalam Operasi Tangkap Tangan atau OTT KPK, Mendagri mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi praktek korupsi. “Tapi soal korupsi itu masih ada, apakah yang salah sistem saya kira tidak. Ya kita kembalikan ke individu yang ada,” tambah Mendagri.

Per Kamis (26/10/2017) malam, KPK telah menahan Taufiqurrahman. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Taufiq ditahan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang Rutan KPK untuk kepentingan penyidikan. KPK menduga Taufiq menerima suap Rp298 juta terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Ia ditangkap usai menerima uang di salah satu hotel di Jakarta Pusat pada Rabu (25/10/2017).
 
Tempo.co pada Jumat (27/10/2017) menulis selain bupati Nganjuk, KPK juga menahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar dan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Suwandi. Ketiganya diduga menerima suap terkait dengan jabatan. Adapun pemberinya diduga adalah Kepala Bagian Umum Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Nganjuk Mokhammad Bisri dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk Harjanto.

Ibnu Hajar ditahan di Rutan Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Suwandi di Polres Metro Jakarta Selatan, Mokhammad Bisri di Pomdam Jaya Guntur, dan Harjanto di Rutan Salemba.
 
Menanggapi penahanan ini, Bupati Nganjuk meminta maaf kepada masyarakat. "Saya minta maaf kepada masyarakat Nganjuk dan saya harus hormati proses hukum," tutur Taufiqurrahman saat keluar dari gedung KPK.
 
Sumber gambar
 

  • view 35