Ganjar Pranowo dan Kesaksian Proyek e-KTP

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Politik
dipublikasikan 13 Oktober 2017
Ganjar Pranowo dan Kesaksian Proyek e-KTP

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memenuhi panggilan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi untuk bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Pemanggilan ini terkait kesaksiaanya atas kasus korupsi dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong

Dalam kutipan Liputan6.com sebelumnya, Ganjar sempat akan diperiksa oleh jaksa penuntut umum (JPU) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di hadapan majelis hakim pada Senin, 8 Oktober 2017. Namun, Ganjar mangkir lantaran menghadiri kegiatan kenegaraan di Semarang, Jawa Tengah. Dan setelah itu dia pun memberikan keterangan bahwa di waktu berikutnya akan kooperatif dalam persidangan.

Dalam pemanggilannya, eks Wakil Ketua Komisi II DPR ini ditanya hakim soal pengawalan pembahasan anggaran proyek pengadaan e-KTP di DPR. Majelis hakim bertanya ada tidaknya parpol yang bermain dalam proyek e-KTP.

Dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, Ganjar disebut menerima uang dari proyek e-KTP sebesar US$520 ribu. Jaksa penuntut umum KPK dalam surat tuntutan Irman dan Sugiharto meyakini uang tersebut diterima Ganjar.

Namun demikian sebagaimana kutipan Detiknews.com Ganjar membantah menerima uang haram proyek pengadaan e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2, triliun. Dia mengatakan beberapa kali sempat ditawarkan uang terkait proyek tersebut, tapi menolaknya. 

Perlu diketahui dalam perkara ini, Andi Narogong didakwa melakukan korupsi proyek e-KTP dengan memperkaya sejumlah pihak. Beberapa di antaranya pejabat Kemendagri, panitia proyek, hingga anggota DPR disebut menerima uang panas proyek senilai Rp5,9 triliun.

 Sumber Foto

  • view 159