Dwi Hartanto dan Skandal Prestasi Antariksa

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Politik
dipublikasikan 09 Oktober 2017
Dwi Hartanto dan Skandal Prestasi Antariksa

Mahasiswa doktoral di Technische Universiteit Delft Belanda, Dwi Hartanto, diketahui berbohong mengenai prestasinya di bidang antariksa. Disebut-sebut memiliki sederet prestasi di bidang antariksa, nama Dwi pun melambung dan diberitakan oleh berbagai media. Pria ini bahkan sempat dijuluki sebagai “The Next Habibie”.

Namun, faktanya tak begitu. Seperti yang dikutip oleh CnnIndonesia dalam dokumen klarifikasi sepanjang 5 halaman, yang dimuat di situs ppidelft.net, Dwi mengatakan dirinya khilaf memberikan informasi yang tidak benar, baik melalui media massa maupun media sosial. 

Hal sama juga dikutip oleh Detiknews.com dokumen investigasi itu menepis mentah-mentah klaim Dwi Hartanto mulai dari pertemuan dengan BJ Habibie, latar belakang S1 sampai prestasi di bidang antariksa. Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak dewasa dalam hal ini.

Masih tentang skandal dirinya dalam kutipan Liputan6.com Dwi Hartanto membeberkan lima kebohongan besar atas dirinya, diantaranya: Mengaku sebagai Post-Doctoral hingga Asisten Profesor, Mengembangkan Teknologi Roket juga Satelit, Memenangi Lomba Antar Agensi Antariksa Dunia, Merancang Jet Tempur, S1 di Indonesia bukan di Jepang.

“Yang benar adalah bahwa saya pernah menjadi anggota dari sebuah tim beranggotakan mahasiswa yang merancang salah satu subsistem embedded flight computer untuk roket Cansat V7s milik DARE (Delf Aerospace Rocker Engineering), yang merupakan bagian dari kegiatan roket mahasiswa di TU Delft),” kata Dwi melalui pernyataan tertulis, Minggu (8/10/2017).

Banyak masyarakat yang menyangkan sikap Dwi Hartanto yang telah menyebar kebohongan terkait prestasi dirinya untuk mendapatkan sebuah nama. Bagaimana pun pencapaian dia hingga menjadi kandidat doktoral di universitas Delf, Belanda merupakan pencapaian yang juga patut dibanggakan tanpa harus menebar kebohongan.

Sumber Foto
 
 

  • view 161