Tragedi Las Vegas dan Klaim ISIS

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Politik
dipublikasikan 03 Oktober 2017
Tragedi Las Vegas dan Klaim ISIS

Kejadian ini berawal saat penyanyi genre country asal Amerika Serikat Jason Aldean tengah bernyanyi di atas panggung dan kala itu seorang pria bersenjata menembakkan pelurunya secara membabi buta di kerumuman festival musik di Las Vegas, pada Minggu (1/10) malam waktu setempat.

Kabar beredar seperti yang dikutip Kompas.com Penembakan di Las Vegas Minggu malam (1/10/2017) merupakan insiden penembakan paling buruk dalam sejarah moderen Amerika Serikat.

Dalam kutipan Detiknews.com polisi sudah menyebut nama  Stephen Paddock sebagai pria yang menewaskan puluhan orang tersebut. Setelah diteliti, pihak berwenang mengatakan, Paddock adalah seorang pensiunan akuntan yang memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat terbang kecil dan membeli senjata api.

Dari kejadian ini banyak orang mempertanyakan motif penembakan yang dilakukan seorang laki-laki kulit putih terhadap kerumunan penonton konser musik di Mandalay Bay, Las Vegas itu. Hal ini pun diperkuat dengan munculnya klaim bahwa ISIS dalam propagandanya menyanjung-nyanjung pelaku, Stephen Paddock, sebagai “tentara” dari kelompoknya, sebagaimana dilaporkan The Independent, Senin (2/10/2017) malam.  Namun, klaim ini tetap dibantah oleh otoritas di AS karena tak ada bukti yang menunjang klaim tersebut. 

Sementara ini menurut kutipan Cnnindonesia Sheriff Las Vegas Joseph Lombardo menyebut bahwa sejauh ini korban tewas bertambah menjadi 59 jiwa, sedangkan 527 orang lainnya luka-luka. 

Sumber Foto

  • view 106