Nostalgia Film ‘Pengkhianatan G 30 S PKI’ Setelah ‘Mati’ 19 Tahun

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Politik
dipublikasikan 25 September 2017
Nostalgia Film ‘Pengkhianatan G 30 S PKI’ Setelah ‘Mati’ 19 Tahun

Setelah ‘mati’ selama 19 tahun, film ‘Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI’ atau yang lazim disingkat ‘Pengkhianatan G 30 S PKI’ bisa dinikmati Jumat ini, 29 September, di TV One pada pukul 21.30 WIB. Kepastian ini diunggah oleh stasiun televisi swasta ini melalui akun resminya di Twitter.

Pemimpin Redaksi TV One, Karni Ilyas mengatakan alasan pemutaran film tersebut adalah karena ia mengandung sejarah yang sangat besar sembari memberi pelajaran berharga bagi generasi muda, tulis VIVA.co.id pada 22 September.

Selain itu, Karni mengungkap alasan lainnya sebab topik tentang film ini tengah hangat dibicarakan oleh publik.

Sebelum rencana pemutaran ini pun publik ramai-ramai mendatangi lokasi nonton bareng di markas Kodim 0413 Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, pada 21 September dan di lapangan Gatot Soebroto, Cijantung, sehari sebelumnya, demikian berturut-turut lapor Kompas.com dan Republika.co.id.

Film arahan sutradara Arifin Chairil Noer ini pertama kali ditayangkan pada 1984. Hingga 1998, film ini wajib ditonton oleh siswa sekolah setiap tanggal 30 September setiap tahunnya di TVRI dan stasiun televisi swasta. Film ini menceritakan jelang kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI dan kejadian beberapa hari setelah tanggal keramat tersebut. Dikisahkan pula cara pemerintah menumpas gerakan tersebut yang dipimpin oleh Jenderal Soeharto.

Film ini memakan anggaran hingga Rp800 juta saat itu dan memakan proses produksi hingga dua tahun dengan didanai oleh pemerintahan Orde Baru Soeharto. Seiring dengan jatuhnya Orde Baru, film ini pun berhenti diputar pada 1998.

Topik tentang PKI kembali memanas tahun ini setelah terjadi pengepungan usai berakhirnya aksi berjudul Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi di gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI pada 18 September malam. Seperti ditulis oleh tirto.id, sekitar 100 orang mengepung lokasi acara sambil meneriakkan ‘bahaya PKI.’ Aksi pun berubah menjadi rusuh lalu membuat pihak kepolisian mengevakuasi peserta yang terjebak di dalam gedung tersebut. Polda Metro Jaya mengatakan massa yang menyerbu gedung tersebut dipastikan ilegal sebab pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin unjuk rasa di situ.

Foto diambil dari sini 

  • view 92