DPR Ingin Gedung Baru, Seberapa Perlukah?

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 15 Agustus 2017
DPR Ingin Gedung Baru, Seberapa Perlukah?

DPR baru-baru ini mengusulkan kenaikan anggaran senilai Rp5,7 triliun dalam anggaran RAPBN 2018. Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan gedung baru, dengan alasan gedung yang dipergunakan saat ini sudah ada kemiringan. Selain itu, sebagian anggaran tersebut diusulkan guna pembangunan apartemen DPR di lahan bekas Taman Ria Senayan.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz berpendapat, alasan yang diberikan DPR untuk pembangunan gedung terlalu mengada-ada. Mengutip pernyataannya pada laman Detik.com, ia justru meminta DPR untuk membenahi struktur pimpinan DPR terlebih dahulu. Alasan adanya bangunan yang miring sebelumnya juga sudah disampaikan Marzukie Alie selaku ketua DPR periode 2009-2014. Namun, kenyataannya tidak ada kemiringan pada gedung tersebut. Menurutnya, DPR seharusnya membereskan persoalan internal lembaga terlebih dahulu dan menunjukkan kinerja yang baik. Dengan begitu, ada peluang masyarakat menerima rencana pembangunan gedung baru tersebut.

Pernyataan serupa juga diberikan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Seperti dilansir Kompas.com, Mahfud juga tidak sepakat dengan pengajuan anggaran tersebut. Bahkan melalui akun Twitter-nya, @mohmahfudmd ia menulis “Kata Gondensius di Metro TV td; ‘berdasar hasil penelitian PU Gdg DPR tdk miring’, yang bilang miring itulah yang miring.” Ia beranggapan, gedung DPR yang saat ini digunakan masih sangat bagus dan layak untuk digunakan. Karena itu, ia heran dengan keinginan DPR akan adanya gedung baru.

Di lain pihak, Ketua Badan Rumah Tangga (BURT) DPR, Anton Sihombing berencana mengundanag Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumaham Rakyat, Basuki Hadimuljono untuk melihat secara langsung kondisi gedung DPR. Menurutnya, Gedung DPR saat ini sudah tak memadai untuk menampung 560 anggota, staf dan tenaga ahli. Ia bahkan merincikan, setiap ruang kerja dewan diisi oleh delapan orang, yakni satu orang anggota DPR, dua tenaga ahli dan lima staf ahli. Dengan demikian, Gedung DPR saat ini menampung 4.480 orang, sementara menurut Anton kapasitas maksimal gedung tersebut hanya 800 orang. Namun demikian, pembahasan RAPBN 2018 baru akan dilakukan setelah pembacaan nota keuangan pada 16 Agustus 2017 besok.

  • view 77