Tersangka Kasus e-KTP. Ini Aliran Dana yang Digunakan Andi Narogong

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Politik
dipublikasikan 14 Agustus 2017
Tersangka Kasus e-KTP. Ini Aliran Dana yang Digunakan Andi Narogong

Andi Agustinus atau Andi Narogong, tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat. Ia didakwa memperkaya diri sendiri dengan jumlah USD 1.499.241 dan Rp1 miliar. Andi juga didakwa memperkaya 20 pihak lain mulai dari pejabat Kemendagri hingga Anggota DPR.

Dipaparkan dalam laman Detik.com, jaksa pada KPK mengungkap hampir setengah dari dana proyek e-KTP sebesar Rp5,9 triliun dikorupsi dan dibagikan kepada sejumlah pihak. Setelah melakukan beberapa kali pertemuan, diperoleh kesepakatan bahwa DPR RI akan menyetujui anggaran pengadaan KTP elektronik sesuai grand design 2010. Langkah selanjutnya sebagai bentuk realisasi, Andi memberikan uang sebesar USD 2,85 juta kepada anggota DPR dengan maksud agar Komisi II dan Banggar DPR menyetujui anggaran untuk proyek pengadaan e-KTP.

Dalam sidang tersebut juga diketahui bahwa Andi dan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin sejak awal diduga sudah merencanakan penggunaan anggaran.Disebut Kompas.com, Andi dan Nazar kemudian menuliskan rencana pembagian uang dalam sebuah catatan. Pertama, sebanyak 51 persen anggaran senulau Rp2,6 triliun akan digunakan untuk belanja modal. Kemudian tujuh persen atau senilai Rp261 miliar dibagikan kepada Komisi II DPR. Kemudian, Andi dan Setya Novanto mendapat jatah sebesar 11 persen atau senilai Rp574 miliar.

Menurut Jaksa KPK, seperti ditulis Okezone.com, pada akhir Februari 2011, Andi juga sempat bertemu dengan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto di kantor Kemendagri. Keduanya membahas dan merencanakan untuk memberikan uang ke sejumlah pihak senilai Rp520 miliar. Adapun kode yang digunakan Andi Narogong untuk berkomunikasi dengan sejumlah pihak sebagai berikut:
  1. Partai Golkar dengan kode kuning
  2. Partai Demokrat dengan kode biru
  3. PDI Perjuangan dengan kode merah
  4. Marzuki Alie dengan kode ‘MA’
  5. Anas Urbaningrum dengan kode ‘AU’
  6. Chaeruman Harahap dengan kode ‘CH’
Kode tersebut diduga untuk memudahkan komunikasi dengan pihak-pihak tersebut. Mereka yang diberi kode oleh Andi mendapat fee yang berbeda-beda dari proyek e-KTP.

  • view 40