Jangan Tolak! Vaksin MR Cegah Rubella yang Bahayakan Anak

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Kesehatan
dipublikasikan 02 Agustus 2017
Jangan Tolak! Vaksin MR Cegah Rubella yang Bahayakan Anak

Terkait dengan virus Rubella yang dapat dengan mudah menyerang anak-anak. Presiden Joko Widodo memandang pentingnya imunisasi Measles-Rubella (MR) untuk melindungi anak. Ia berharap program tersebut sukses, seperti program imunisasi polio dan cacat yang pernah dilaksanakan. Diketahui, dampak virus ini dapat menyebabkan kebutaan, tuli, serta otak dan jantung yang terganggu.

Sebelumnya, diketahui bahwa ada delapan sekolah di Yogyakarta yang menolak siswanya diberi imunisasi Rubella karena khawatir bahan yang digunakan haram. Untuk itu, Jokowi seperti dilansir Kompas.com meminta kepada para menteri untuk bisa menjelaskan pentingnya imunisasi MR tersebut kepada kelompok penolak. Ia menilai, dampak dari tidak diberikannya vaksin tersebut kepada anak-anak sangat besar. Oleh sebab itu, ia ingin agar program imunisasi MR itu dapat segera berjalan. Menanggapi adanya penolakan yang dilakukan sejumlah pihak, Jokowi menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyampaikan bahwa hal tersebut mubah. Artinya, imunisasi tersebut manfaatnya jauh lebih banyak daripada mudharatnya.

Detik.com menjelaskan pernyataan Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh yang menyebut bahwa pihaknya memang belum menerima ajuan sertifikasi halal untuk vaksin tersebut. Namun begitu, penggunaan vaksin yang belum terverifikasi halal bisa digunakan bila menyangkut beberapa kondisi. Pertama, belum ada vaksin  sejenis yang halal dan tersedia. Kedua, ada situasi kondisi yang darurat atau hajat yang jika tidak divaksin akan menyebabkan kematian atau cacat tetap. Ketiga, ada opini dari ahli yang memiliki kompetensi dan kredibilitas yang menyatakan itu dan tidak ada alternatif pengobatan lain.

Dipaparkan Republika.co.id, Jihane Tawilah selaku Kepala Perwakian WHO untuk Indonesia mengungkapkan dukungannya kepada pemerintah untuk memerangi campak dan Rubella untuk mendorong peningkatan kesehatan ibu dan anak. Eliminasi campak ini juga akan menyumbang kepada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, di mana pada 2030 diharapkan tidak ada lagi kematian pada bayi dan balita yang sebenarnya dapat dicegah.

  • view 87