Ini 5 Resolusi yang Dibacakan di Aksi 287

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 28 Juli 2017
Ini 5 Resolusi yang Dibacakan di Aksi 287

Presidium Aksi 212 menggelar aksi damai bertajuk Aksi 287 untuk menolak Perppu Ormas. Aksi dilakukan usai shalat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Massa dari kegiatan tersebut sudah mulai berdatangan di Masjid Istiqlal sekira pukul 11.30 WIB. Dari Masjid Istiqlal nantinya mereka akan melakukan long march ke Patung Kuda untuk kemudian berkumpul di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat.

Terkait aksi ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Raden Prabowo Argo Yuwono seperti dikutip Okezone.com menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sekira 10 ribu personel yang akan mengamankan aksi yang berpusat di Masjid Istiqlal tersebut. Ia mengimbau kepada massa aksi untuk menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan aman serta tidak melanggar undang-undang tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum. Massa juga diminta membubarkan diri sebelum pukul 18.00 WIB.  Seperti diketahui, massa aksi akan melakukan orasi di Patung Kuda dan MK, namun ternyata massa hanya bisa melakukan aksi di depan pintu gerbang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat karena polisi membentangkan kawat berduri sepanjang 200 meter.

Di tempat tersebut, Wakil Ketua Presidium Alumni 212, Hasri Harahap membacakan lima resolusi aksi yang digelar hari ini. Detik.com memaparkan apa yang dikatakan oleh Hasri.
“Pembubaran Ormas itu tidak lewat pengadilan, bila hal ini dibiarkan bila disetujui dan dibenarkan oleh MK, pilar demokrasi hak asasi manusia yang dijamin di UUD 1945 langsung runtuh.” Oleh karenanya, Hasri dan pihaknya mengeluarkan lima resolusi Aksi Bela Islam 287:
  1. Kepada seluruh umat Islam Indonesia, terlepas dari mazhab maupun partai yang diyakininya hakikatnya kita satu tubuh. Baginda Rasulullah bersabda, perumpamaan mukmin satu tubuh. HTI adalah bagian integral umat Islam, HTI jadi korban pertama dan kemungkinan besar akan ada korban lainnya.
  2. DPR RI berpikirlah ke depan, jangan sampai kepentingan jangka pendek memengaruhi jangka panjang. Jadilah lembaga yang sesungguhnya, jangan jadi tugas stempel dengan imbalan keduniaan.
  3. Kepada MK, pertimbangkanlah dengan benar usaha judicial review dengan perppu yang kontroversi itu. MK adalah benteng terakhir, apalagi keputusan MK bersifat final, mohon pertimbangkan.
  4. MUI diharapkan memberikan pendapat yang murni dari sisi agama, sehingga pendapat MUI menjadi berbobot, jangan membuka pintu masyarakat jadi rezim.
  5. Kepada bapak presiden kami ingatkan bahwa kekuasaan politik di 2014 hanyalah titipan dari Allah, Allah berkenan atau memperpanjang di dunia ini, tetapi juga berkenan kami harapkan dari presidium 212. Khusus yang kami hormati, bapak presiden berkenan mencabutnya, sesuai kehendak Allah, tunaikan amanat kekuasaan rakyat secara hati-hati.
Sementara massa aksi berada di Patung Kuda, Monas. MK telah menerima perwakilan dari massa tersebut. Kompas.com melansir pernyataan Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK), Fajar Laksono. Ia menyatakan akan menghargai siapa pun yang datang untuk menyampaikan aspirasinya. Namun, dari pihak masyarakat juga perlu memahami bahwa sebagai lembaga peradilan, MK tidak bisa diintervensi oleh siapa pun. Ia juga menambahkan, segala hal yang terjadi di luar persidangan tidak akan berpengaruh terhadap penanganan perkara di MK. Pasalnya, hakim konstitusi telah disumpah untuk bersikap independen. Menurutnya, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan atas keberadaan Perppu tersebut, maka sedianya mengajukan uji materi ke MK, bukan justru meminta dan mendesak hakim konstitusi membatalkan Perppu Ormas yang kini sudah berlaku.

  • view 87