Sudah Kenal? Ini Bajaj Qute Pengganti Bemo di Jakarta

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 27 Juli 2017
Sudah Kenal? Ini Bajaj Qute Pengganti Bemo di Jakarta

Belakangan ini ramai diberitakan tentang kemunculan bajaj beroda empat yang mulai berseliweran di beberapa ruas jalan di Ibu Kota. Diketahui, mulai tanggal 19 Juli 2017 hingga tiga bulan ke depan memang sedang dilakukan uji coba untuk kendaraan tersebut. Bajaj Qute namanya, diyakini mampu menggantikan bemo di Jakarta.

Dilansir dari laman Kompas.com, sedikitnya telah ada 17 unit Bajaj Qute yang mulai disosialisasikan ke masyarakat di lima wilayah DKI Jakarta. Bajaj tersebut dapat mengangkut empat penumpang sekaligus dengan ongkos kurang lebih Rp5000 per orang. Saat ini, pemerintah dan Dinas Perhubungan (Dishub) belum mengoperasikan kendaraan ini secara masif karena masih dalam tahap uji coba. Uji coba ini dilakukan untuk mengecek daya angkut serta menguji kehandalan mesin dan daya tahan bajaj.

Karena kendaraan ini memiliki empat buah roda, Bajaj Qute diperbolehkan masuk ke jalan tol. Detik.com menjelaskan rincian kecepatan yang dapat dilalui bajaj baru ini. Bajaj Qute memiliki mesin 216,6 cc satu silinder, dengan mesin tersebut Bajaj Qute bisa mencapai kecepatan 70 km/jam. Kecepatan tersebut bisa melampaui batas minimum di jalan tol yakni 60 km/jam. Bajaj Qute memang seperti sebuah mobil pada umumnya. Ada beberapa tempat penyimpanan dalam kendaraan ini, yaitu di depan, tengah dan belakang. Penyimpanan di depan memiliki kapasitas 60 liter, di tengah 95 liter dan belakang 44 liter. Dengan segala fasilitas tersebut, kendaraan baru ini diharapkan mampu menggantikan bemo yang dianggap sudah cukup usang dan tidak ramah lingkungan.

Bajaj Qute ternyata tidak ditemukan dengan mudah. Liputan6.com mengutip pernyataan Dewan Pimpinan Unit Organda Angkutan Lingkungan DKI, Petrus Tukimin bahwa Bajaj Qute merupakan hasil pencarian para pelaku usaha angkutan umum selama lima tahun terakhir. Untuk membeli bajaj roda empat tersebut bisa dilakukan dengan cara dicicil dengan uang muka sekitar Rp10 juta. Harga yang diberikan untuk satu kendaraan tersebut sekitar Rp70 juta dan bisa dibeli secara perorangan. Walaupun dianggap cukup murah, ternyata harga tersebut tetap dikeluhkan para pelaku usaha. Menurut Petrus, mereka cukup terbebani dengan bunga  yang cukup tinggi. Ia juga menilai, para pelaku usaha seharusnya bisa memakai bantuan bunga dari pemerintah.
 

  • view 87