Mengubah Rp1.000 jadi Rp1 Dinilai Buat Indonesia Lebih Baik

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Ekonomi
dipublikasikan 26 Juli 2017
Mengubah Rp1.000 jadi Rp1 Dinilai Buat Indonesia Lebih Baik

Bank Indonesia (BI) semakin mantap menjalankan Rancangan Undang-Undang Redenominasi atau penyederhanaan nominal rupiah setelah mendapat lampu hijau dari Presiden Jokowi. Pihak BI bahkan yakin kali ini Indonesia akan berhasil melakukan redenominasi. Karena menyederhanakan nilai rupiah dianggap akan membuat Indonesia menjadi lebih baik.

Kompas.com melansir pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardoyo yang mengatakan bahwa Presiden akan memberikan arahan final untuk dibahas dengan DPR. Jika prosesnya berjalan lancar, Agus berharap DPR akan memasukkan RUU Redenominasi Mata Uang tersebut ke Program Legislasi Nasional prioritas tahun 2017. Menurutnya, kebijakan redenominasi sudah tepat dilaksanakan saat ini mengingat perekonomian nasional sedang baik. Oleh sebab itu, efisiensi dan perbaikan rupiah terhadap mata uang asing harus segera dimulai karena redeminasi ini memiliki tahapan yang panjang. Ia memperkirakan, bila tahun ini RUU Redenominasi didukung, 2018 dan 2019 persiapannya dan 2020 sampai 2024 masa transisi. Lalu pada 2025 sampai 2029 baru akan diterapkan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi seperti dikutip Okezone.com menyebut bahwa pihaknya lebih percaya diri dengan redenominasi ini. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang hebat dan akan menunjukkan bahwa rupiah akan berdaulat. Saat ini, yang perlu dilakukan adalah mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Hal ini mengingat masyarakat masih banyak yang mengira bahwa redenominasi ini adalah pemotongan nilai mata uangnya, padahal yang dipotong adalah nominalnya.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ditulis dalam Detik.com, ia memastikan bahwa rencana redenominasi tersebut tidak akan merugikan masyarakat. Ia menjelaskan, ada ketakutan di masyarakat terkait dengan redenominasi lantaran pernah terjadi sanering atau penurunan nilai rupiah. Ia menjelaskan bahwa antara redenominasi dan sanering jelas berbeda. Sanering adalah penurunan nilai rupiah, namun harga-harga kebutuhan tidak diatur. Sementara redenominasi adalah baik harga maupun uang berubah bersama sehingga masyarakat tidak dirugikan. Aspek-aspek inilah yang harus dijelaskan kepada masyarakat. BI harus melakukan sosialisasi secara detail dan baik, konstruktif, intensif, dan masif agar masyarakat benar-benar paham.  

  • view 76