Saksi Kasus Suap Laporkan Novel Baswedan ke Bareskrim

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Politik
dipublikasikan 26 Juli 2017
Saksi Kasus Suap Laporkan Novel Baswedan ke Bareskrim

Saksi kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Niko Panji Tirtayasa atau Miko melaporkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan ke Bareskrim Polri. Ia melapor atas empat dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Novel saat dirinya menjadi saksi dalam kasus tersebut beberapa waktu lalu.

Dikutip Kompas.com, empat dugaan yang dilaporkan Miko adalah pertama, mengenai tindakan memaksa orang memberi keteragan di bawah sumpah palsu. Kedua atas dugaan penyalahgunaan kewenangan, ketiga tentang indikasi perampasan kemerdekaan orang. Keempat, indikasi tindak pidana menyuruh orang memberikan keterangan palsu di media massa. Dalam hal ini, Niko mengaku sempat diancam oleh KPK dan jaksa untuk memberikan kesaksian pada kasus Akil. Ia diminta untuk mengungkapkan kesaksian palsu dengan tujuan menjebloskan Akil Mochtar dan beberapa nama lain yang disebut.

Niko sebenarnya bersaksi pada 2014 lalu, namun ia mengaku intimidasi itu masih terus terjadi hingga Maret 2017. Detik.com melansir alasannya mengapa baru melaporkan Novel ke Bareskrim Polri. Ia mengaku saat ini adalah saat yang tepat karena tekanan masih terus diterimanya hingga Maret 2017, bukan karena sedang ada hak angket KPK. Dengan adanya laporan tersebut tidak akan ada lagi saksi-saksi yang dibungkam atau ditekan. Ia juga berharap KPK profesional dalam menangani suatu perkara dan menjalankan tugasnya.

Niko sendiri seperti dijelaskan Okezone.com adalah orang yang diduga diminta oleh KPK untuk membuat pernyataan palsu guna menjerat Muchtar Effendi yang tidak lain adalah pamannya sendiri. Sebelumnya, Muchtar Effendi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Empat Lawang dan Kota Palembang.  Sementara itu, Niko mengaku terpaksa memberikan keterangan palsu di proses penyidikan KPK dan persidangan kasus suap Akil Mochtar. Miko mengaku mendapat ancaman dari Novel Baswedan dan kawan-kawan, bahkan dibayar dengan transfer dana dari pihak KPK dan lain-lain.

  • view 85