Ketegangan di Masjid Al-Aqsa, Ini Kata Otoritas Israel

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 Juli 2017
Ketegangan di Masjid Al-Aqsa, Ini Kata Otoritas Israel

Terkait ketegangan yang masih terjadi di sekitar Masjid Al-Aqsa, Israel mengaku sedang bekerja untuk mengatasi situasi tersebut. Belakangan situasi bahkan semakin memanas karena diwarnai pecahnya serangkaian aksi kekerasan.

Dikutip Kompas.com, otoritas Israel menegaskan bahwa langkah apa pun yang diperlukan akan diambil demi menjaga keamanan di situs suci yang ada di kota itu. Duta Besar Israel, Danny Danon mengungkapkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa pihaknya akan membuka tempat itu untuk siapapun yang akan beribadah, namun di saat yang sama ia akan melakukan apa pun yang diperkukan untuk menjaga keamanan termasuk dengan memasang detektor logam di pintu masuk ke lokasi tersebut. Sementara itu, Mesir, Perancis dan Swedia menyerukan agar perundingan dilakukan menyusul bentrokan yang terjadi akhir pekan lalu.

Serangan terbaru bahkan kembali terjadi, seorang warga Palestina menikam seorang warga Israel di dekat Tel Aviv. Dilansir Detik.com, seorang warga dari Qalqilya menikam seorang warga Israel di bagian leher dengan sebilau pisau. Penyerang mencoba untuk kabur namun berhasil ditangkap polisi. Beruntung, luka yang dialami korban diyakini tidak membahayakan jiwanya. Korban diidentifikasi sebagai seorang pria Israel keturunan Arab berusia 32 tahun. Kepolisian Israel menduga pelaku penikaman mungkin mengira korban adalah orang Yahudi.

Sementara itu, pihak Indonesia terkait situasi yang semakin memanas tersebut menyampaikan pendapatnya. Okezone.com mengutip pernyaaan anggota DPR RI, Jazilul Fawaid yang mengatakan bahwa penembakan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa adalah tindakan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan mengingkari perjanjian PBB. Jokowi untuk hal ini diminta berinisiatif mengajak pemimpin negara Islam di dunia untuk mencari solusi guna menghentikan ketegangan antara Palestina dan Israel. Sebagai pemimpin negara dengan muslim terbesar di dunia, Jokowi dinilai harus menunjukkan solidaritas dan komitmen kemanusiaan.
 

  • view 70