100 Hari Pasca Penyerangan, Ini Kondisi Terbaru Novel Baswedan

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 20 Juli 2017
100 Hari Pasca Penyerangan, Ini Kondisi Terbaru Novel Baswedan

Tepat seratus hari setelah Novel Baswedan mengalami teror disiram air keras oleh seseorang yang hingga kini belum diketahui pasti. Saat ini Novel masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura. Hari ini, beredar foto terbaru Novel dengan mata sebelah kiri yang berwarna putih dan mata sebelah kanan yang Nampak sedikit merah.

Kepada Detik.com, Kakak Novel Baswedan, Taufik Baswedan membenarkan bahwa foto tersebut adalah kondisi terkini dari Novel. Ia menjelaskan bahwa mata kiri adiknya masih belum bisa melihat, sementara mata kanan sudah bisa melihat meski belum sempurna. Ia menambahkan, warna merah yang ada pada mata kanan Novel menandakan ada sirkulasi darah. Dikatakan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mata kiri Novel yang terlihat berwarna putih disebabkan jaringan yang sudah tidak tumbuh. Untuk itu, tindakan operasi akan dipercepat, operasi tersebut meliputi transplantasi kornea dengan tujuan Novel kembali dapat melihat seperti sedia kala. Novel juga diperkirakan akan terus menjalani perawatan di RS Singapura hingga waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief yang dikutip Okezone.com meminta jajaran kepolisian untuk segera menangkap pelaku teror tersebut. Ia juga memerintahkan jajarannya untuk serius dalam mencari pelaku penyerangan terhadap Novel, mengingat peristiwa tersebut sudah berlalu 100 hari namun belum ada perkembangan yang signifikan dalam mengungkap pelaku. KPK juga akan tetap membantu jajaran kepolisian dalam mengusut kasus ini. Dalam hal ini, KPK akan mendampingi penyidik kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap Novel di Singapura.

Untuk memeringati 100 hari kejadian tersebut, para pegawai KPK menggelar doa bersama. Kompas.com melansir pernyataan Juru Bicara KPK, yang memberikan keterangan bahwa doa bersama tersebut akan dilaksanakan di depan Gedung KPK. Melalui aksi ini, diharapkan para pegiat anti-korupsi seperti penegak hukum, masyarakat sipil, wartawan, dan seluruh masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya melawan korupsi dan bukan lagi menjadi korban penyerangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.  

  • view 38