Lagi, Anggota Dewan Ditetapkan Tersangka Proyek e-KTP

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Politik
dipublikasikan 20 Juli 2017
Lagi, Anggota Dewan Ditetapkan Tersangka Proyek e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan satu tersangka baru pada kasus proyek pengadaan e-KTP. Satu tersangka tersebut kembali datang dari anggota dewan, Markus Nari, anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka baru dalam kasus ini.

Dikatakan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam Okezone.com, politikus Golkar tersebut diduga pernah meminta uang kepada Dirjen Kemendagri, Irman sebesar Rp 5 miliar untuk memuluskan penambahan anggaran proyek e-KTP di DPR. Namun, menurut keterangan, Irman baru memberikan Rp 4 miliar sebagai fee awal kepada Markus. Uang tersebut diduga untuk memuluskan penambahan dan pembahasan anggaran proyek e-KTP yang saat itu tengah dibahas di DPR. Dalam hal ini, ada penambahan anggaran yang dimuluskan oleh Markus terkait proyek e-KTP sejumlah Rp 1,49 triliun dari anggaran yang diajukan sebelumnya.

Dilansir Kompas.com, KPK masih akan menelusuri apakah uang Rp 4 miliar tersebut dinikmati sendiri oleh Markus atau mengalir ke pihak lain. Markus sendiri diduga merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Untuk selanjutnya, KPK akan mengurai lebih lanjut peran Markus dalam proses pembahasan anggaran. Selain itu, para penyidik KPK juga akan terus mengembangkan indikasi peran anggota DPR lain dalam kasus tersebut.

Tempo.co menjelaskan bahwa Markus disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, Markus juga disangka melanggar Pasal 21 undang-undang yang sama. Sebelum ditetapkan tersangka dalam proyek e-KTP, Markus lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan mengahalangi penyidikan dan penuntutan dalam kasus yang sama. Ia diduga menekan Miryam S. Haryani untuk memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan. Miryam sendiri ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kesaksian palsu dalam penyidikan e-KTP ini. Markus merupakan tersangka kelima dalam kasus ini. Tersangka lainnya adalah Irman dan Sugiharto, mantan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri. Ketiga adalah pengusaha Andi Narogong, dan Ketua DPR, Setya Novanto.
 

  • view 26