Dikeluarkan Sekolah, Kepala Dinas: Pendidikan Pelaku Bully Tidak Boleh Putus

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Juli 2017
Dikeluarkan Sekolah, Kepala Dinas: Pendidikan Pelaku Bully Tidak Boleh Putus

Sembilan orang pelajar pelaku bully di Thamrin City yang telah dikeluarkan dari sekolah dinyatakan tetap berhak mendapat pendidikan yang layak. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menegaskan akan membantu para pelaku untuk dapat melanjutkan pendidikan mereka. Meski demikian, Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang pernah mereka miliki dan telah dicabut, tidak dapat dikembalikan.

Detik.com mengutip penjelasan Kepala Dinas Pendidikan DKI, Sopan Andrianto yang menyatakan akan membuat surat pengantar bagi para pelaku bully agar mereka bisa diterima belajar di sekolah lain, dan sekolah yang dituju tidak boleh menolak. Ia juga menambahkan bahwa Dinas Pendidikan akan membuat pengantar surat yang ditujuan ke sekolah baru pilihan mereka. Hal ini dengan tujuan agar kesalahan serupa tidak lagi terulang. Dengan dikeluarkannya mereka dari sekolah juga agar menjadi introspeksi bagi siswa, sekolah dan orang tua. Namun, ia menegaskan, hak mereka untuk mendapat pendidikan tidak boleh putus.

Pada Kompas.com, Sopan menyatakan akan membantu mereka untuk masuk ke sekolah swasta. Hal ini karena tahun ajaran baru untuk sekolah negeri telah dimulai. Dikeluarkannya para pelaku bully ini dinilai telah sesuai dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 16 Tahun 2015 yang menyatakan, bahwa pelaku bullying, kekerasan intimidasi, narkoba, dan sebagainya harus dikembalikan ke orang tua. Mereka pada akhirnya dikembalikan ke orang tua untuk orang tuanya memindahkan ke sekolah yang lain.

Sementara itu, dipantau Liputan6.com, meski laporan korban telah dicabut, namun proses hukum tetap berjalan. Dengan didampingi guru, para pelaku yang terlibat memenuhi panggilan penyidik Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka datang untuk memenuhi panggilan pemeriksaan. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Iriawan menyebut bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara hati-hati mengingat para pelaku dan korban masih di bawah umur.

  • view 66