Trotoar 100% Milik Pejalan Kaki

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 17 Juli 2017
Trotoar 100% Milik Pejalan Kaki

Beberapa hari terakhir viral di media sosial video yang menunjukkan dua orang pengendara sepeda motor mengamuk kepada Koalisi Pejalan Kaki saat kelompok  tersebut melakukan aksi di trotoar kawasan Kebun Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Terlihat dalam video tersebut dua pengendara sepeda motor yang dengan emosi memukulkan sebuah helm dan berteriak kepada para peserta aksi.

Dilansir Kompas.com, pendiri sekaligus Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus memaparkan kronologi peristiwa tersebut. Ia menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 14 Juli 2017 lalu. Pada hari tersebut, Koalisi Pejalan Kaki menggelar aksi dengan berjalan kaki dari kantor mereka di Gedung Sarinah Thamrin menuju jalan Kebon Sirih. Aksi itu awalnya berjalan dengan lancar, para peserta membawa atribut aksi berupa poster-poster bertuliskan imbauan untuk tak berkendara di trotoar. Ada juga peserta aksi yang melakukan aksi teatrikal dengan berbaring di badan trotoar. Hingga pada pukul 16.00 WIB ada dua pengendara yang mengaku tukang ojek melaju kencang di trotoar, lalu kami cegat dan kami sarankan berkendara di jalan raya. Pengendara sepeda motor itu pun tidak terima dan meletakkan motornya lalu mengucapkan kata-kata kasar kepada para peserta aksi. Salah satu peserta bahkan ada yang dipukul dengan helm, bahkan diancam.

Terkait dengan tidak tertibnya pengendara motor di jalan raya membuat Kadishub DKI Jakarta angkat bicara. Detik.com menjelaskan pernyataan Andri Yansyah selaku Kadishub DKI Jakarta yang mengatakan telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menilang para pemotor yang melewati trotoar. Menurutnya, tilang tidak hanya dilakukan untuk pengendara motor yang melintas di trotoar tapi juga pengendara motor yang melawan arah. Andri juga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya guna melakukan operasi Lintas Jaya.

Dijelaskan Okezone.com, penjajahan ruang bagi pejalan kaki oleh pengendara motor yakni dengan masuk ke trotoar merupakan pelanggaran hukum. Hak-hak pejalan kaki dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Trotoar sebagai fasilitas umum tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Selain itu, di pasal 34 Ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang jalan disebutkan bahwa trotoar merupakan bagian dari ruang manfaat jalan. Pada Ayat (4) ditegaskan kembali bahwa trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki. Penegakan aturan dalam hal pemenuhan hak pejalan kaki masih lemah, hal ini juga diperparah dengan tidak adanya kesadaran para pengendara dalam menghormati hak-hak pejalan kaki. Kemacetan selalu dijadikan alasan mereka untuk nekat menjajah hak-hak pejalan kaki. Namun sebenarnya, alasan apapun tidak bisa dijadikan dasar pembenaran.

  • view 67