Siapa Dibalik Demo Nelayan dan #GantiMenteriSusi?

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Ekonomi
dipublikasikan 14 Juli 2017
Siapa Dibalik Demo Nelayan dan #GantiMenteriSusi?

Isu reshuffle kabinet yang kembali mencuat di pemerintahan Presiden Joko Widodo, sekaligus menjadi kekuatan yang ingin mencopot Susi Pudjiastuti dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal tersebut berawal dari munculnya tagar #GantiMenteriSusi yang mencuat di dunia media sosial beberapa hari lalu. Tagar tersebut rupanya mendapat respon lain, yaitu #StandForSusi yang dengan waktu singkat bisa menggeser tagar sebelumnya.

Detik.com memaparkan penyebab munculnya tagar tersebut yang berasal dari pembatasan penggunaan cantrang yang dianggap merusak lingkungan, para nelayan juga diwajibkan untuk mengganti alat cantrang dengan alat tangkap lainnya. Aliansi Nelayan Indonesia dan para nelayan lainnya akhirnya menggelar demo di depan Istana Negara pada Selasa lalu. Terkait hal ini, Susi pun telah angkat bicara. Menurutnya, hak untuk mencopot dirinya dari Menteri ada di tangan Presiden Jokowi. Hal tersebut merupakan hak prerogatif Presiden. Namun ternyata, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan mengatakan soal adanya kekuatan yang ingin mengacaukan situasi bangsa. Salah satunya adalah kekuatan yang ingin Susi dicopot dari jabatannya.

Ditulis Kompas.com, Budi mengatakan ekonomi Indonesia saat ini dikuasai oleh kartel atau produsen independen yang menetapkan harga untuk membatasi suplai di bidang pangan dan energi. Kartel inilah yang menurut Budi sulit diberantas karena memiliki jaringan yang sangat luas. Ia juga menambahkan, para kartel saat ini tengah berusaha menggoyang Susi Pudjiastuti dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan. Aksi tersebut dilancarkan karena bisnis mereka terganggu dengan kinerja Susi. Hal ini juga menjadi serangan balik yang sangat kuat untuk Susi. Menurut Budi, para kartel tersebut tidak senang jika Indonesia mencapai kedaulatan pangan. Mereka justru ingin Indonesia selalu bergantung impor dari negara lain. Sebagai contoh budi menyebutkan banyaknya produk palsu dan tidak berkualitas dari China dengan harga murah sehingga melemahkan produk lokal dan kemandirian ekonomi Indonesia.

Dilansir dari laman Mediaindonesia.com, Susi terkena dampak dari kekuatan para kartel tersebut karena ketegasannya melawan mafia. Ada pihak-pihak tertentu yang merasa dirugikan dan ingin menggulingkan Susi dari jajaran Menteri. Maraknya praktik persaingan usaha tidak sehat tersebut memunculkan kelompok-kelompok yang ingin melemahkan ketahanan ekonomi negara. Mereka menginginkan Indonesia terus bergantung pada negara lain. Budi juga menegaskan bahwa hal itulah yang menjadi penyebab ekonomi kita sangat sulit untuk tumbuh dengan baik dan hanya dijadikan pangsa pasar bagi negara lain.

  • view 60