Soal Fotonya yang Tersebar. Kapolda: Saya Tidak Mau Ambil Pusing

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 14 Juli 2017
Soal Fotonya yang Tersebar. Kapolda: Saya Tidak Mau Ambil Pusing

Sebuah foto beredar di media sosial yang mempertanyakan Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan duduk bersama dengan dua pelaku penganiayaan pakar telematika, Hermansyah. Dalam foto tersebut, Iriawan terlihat sedang berbincang satu meja dengan dua tersangka tersebut dan terdapat pula makanan dan minuman di atas meja. Foto tersebut ditambahkan tulisan “Pantaskah?” tepat di atasnya.

Okezone.com melansir pernyataan Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto yang menanggapi hal tersebut. Ia mengatakan hal itu merupakan sisi humanis dari kepolisian dalam menggali motif dan menerapkan asas praduga tidak bersalah kepada para tersangka. Dengan Kapolda yang makan bersama tersangka, diharapkan tersangka akan lebih mengungkapkan sesuatu yang lain dari sisi humanisnya. Setyo juga mengatakan tidak ada masalah dengan foto Kapolda Metro Jaya yang viral di media sosial tersebut. Sebab makan bersama tersangka adalah salah satu cara kepolisian untuk membuat tersangka semakin terbuka.

Pada Detik.com, Setyo menyatakan tidak ada perlakuan khusus terhadap dua pelaku penganiayaan tersebut. Hal tersebut sudah biasa dilakukan oleh pihak kepolisian. Dengan cara tersebut, polisi ingin melakukan pendekatan kepada pelaku dengan cara yang lebih manusiawi untuk kepentingan penyidikan. Menurutnya, tidak menjadi masalah untuk mengajak tersangka makan maupun minum bersama jika untuk keperluan penyelidikan dan membuat terang perkara.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan akhirnya angkat bicara. Dikutip Kompas.com, Iriawan mengaku tidak mau ambil pusing dengan tersebarnya foto tersebut. Ia menjelaskan bahwa tujuan dari perlakuan tersebut adalah agar pelaku merasa nyaman dan mau mengungkapkan bukti-bukti atau petunjuk dalam kasus tersebut. Menurutnya, teknik penyidikan tersebut pernah dilakukan kepada tersangka teroris Ali Imron. Kala itu, Ali Imron juga diberi jamuan makan dan saat diperiksa tangannya tidak diborgol. Atas dasar itu, Iriawan tidak ingin ambil pusing dengan semua pihak yang ingin menyudutkan kepolisian.

  • view 59