Dinilai Tak Memihak Nelayan, Presiden Diminta Ganti Menteri

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 11 Juli 2017
Dinilai Tak Memihak Nelayan, Presiden Diminta Ganti Menteri

Aliansi Nelayan Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Demonstrasi tersebut dilakukan untuk menuntut peraturan pelarangan cantrang dihapus, pembudidaya ikan kerapu, industri perikanan yang kolaps dan peredaran kapal asing di laut Indonesia. Atas aksi ini, tagar #GantiMenteriSusi menduduki trending topic Indonesia di Twitter.

Menurut pantauan Detik.com, massa tampak kompak mengenakan ikat kepala putih dan berteriak “Kami nelayan! Kami nelayan!”. Dalam aksinya, massa membawa spanduk-spanduk yang berisi tuntutan, mereka membahas soal pendapatan yang berkurang karena larangan menggunakan cantrang. Para nelayan juga meminta Peraturan Menteri (Permen) mengenai larangan penggunaan cantrang dihapus. Aksi tersebut juga diisi dengan berbagai orasi dan tuntutan-tuntutan lain dari para nelayan.

Okezone.com memaparkan tuntutan-tuntutan para nelayan kepada Presiden Joko Widodo, salah satunya adalah dengan mengganti Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut. Menurut pihak Aliansi Nelayan Indonesia, Susi diduga terlibat dalam beberapa skandal seperti pemberian rekomendasi impor garam, gagalnya tender pemadam kapal, gagalnya pengadaan alat tangkap, hingga indikasi korupsi dalam banyak kasus di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Mereka juga mendesak agar Menteri Susi mundur dari jabatannya karena telah menyengsarakan nelayan Indonesia dengan berbagai regulasi yang dibuat. Salah satu contohnya adalah nelayan lobster dan kerapu di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terkena dampak atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 tentang penghentian sementara perizinan usaha perikanan tangkap di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia. Akibat peraturan tersebut, nelayan harus menanggung risiko besar seperti matinya usaha dan terjadinya pengangguran.

Dillansir Kompas.com, sekitar 15 orang perwakilan nelayan yang menggelar aksi tersebut dipersilakan masuk ke Gedung Bina Graha dengan didampingi oleh Tenaga Ahli Kedeputian V KSP Riza Damanik. Adapun massa yang tergabung dalam aksi damai tersebut di antaranya adalah Front Nelayan Indonesia (FNI), Front nelayan Bersatu (FNB), Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) dan sejumlah kelompok nelayan yang berasal dari daerah lainnya. Melalui spanduk dan orasi, para nelayan tersebut menuntut banyak hal kepada pemerintah.

  • view 39