“Dibeli” dari Keluarganya, Remaja Indonesia Jadi Korban Kekerasan Seksual ISIS

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 11 Juli 2017
“Dibeli” dari Keluarganya, Remaja Indonesia Jadi Korban Kekerasan Seksual ISIS

Dilaporkan oleh surat kabar Turki, seorang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 15 tahun dengan inisial RFR diduga menjadi korban kekerasan seksual anggota kelompok ISIS di Turki. Korban ditemukan dalam operasi antiteror di kediaman seorang anggota kelompok militan ISIS yang berinisial SY di Provinsi Adana, Turki. Pelaku kemudian berhasil ditangkap setelah sempat dinyatakan buron.

Dilansir Detik.com, perempuan tersebut “dibeli” dari orang tuanya di Istanbul oleh SY yang juga seorang jihadis dan anggota kelompok militan ISIS untuk dinikahi. Korban sendiri sempat berbohong perihal nama dan jati dirinya, namun aparat hukum Turki akhirnya dapat mengetahui jati diri korban melalui catatan resmi atas nama dirinya di Istanbul. Kantor kejaksaan Turki meminta keterangan korban sebagai bukti adanya dugaan kasus kekerasan seksual. Selain itu, penyelidikan juga dilakukan guna menentukan apakah keluarga korban masih terkait dengan ISIS atau tidak. Perempuan tersebut juga dilaporkan akan diekstradisi atau diserahkan kepada negara asal untuk disidang sesuai perjanjian yang bersangkutan, bila prosedur di Turki telah selesai.

Sementara itu, Kompas.com mengutip pernyataan direktur bidang pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Hamidin. Menurutnya, kejadian seperti itu sangat mungkin terjadi, mengingat kekerasan seksual dan perdagangan wanita adalah pekerjaan ISIS. Situasi semacam itu tak lepas dari keinginan ISIS untuk membentuk negara yang elemennya adalah masyarakat sehingga mereka melakukan pemerkosaan, seperti yang terjadi pada perempuan Yazidi. Untuk orang-orang yang memang berniat untuk menjadi anggota ISIS juga mereka jadikan istri dengan alasan menjadi istri pejuang merupakan bagian dari kegiatan amaliyah mereka.

Ditulis dalam Bbc.com, jika ada perempuan dan anak-anak WNI yang ditemukan oleh pemerintah Turki maka akan dideportasi, namun bagi laki-laki akan diperiksa intens terkait aktivitasnya. Sebelumnya, sebanyak 17 WNI tercatat ditemukan di lokasi pengungsian di dekat kota Raqqa, Suriah. Mereka mengaku pernah tinggal di Raqqa ketika wilayah itu dikuasai kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS. Sekitar dua tahun lalu, mereka meninggalkan Indonesia untuk bergabung dengan ISIS karena tertarik dengan ideologi dan janji ekonomi yang ditawarkan. Sayangnya, mereka tertipu oleh janji-janji yang diberikan pimpinan kelompok militan itu dan ingin kembali ke Indonesia.

  • view 97