Pelapor Kaesang Ternyata Berstatus Tersangka atas Tuduhan Serupa

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 06 Juli 2017
Pelapor Kaesang Ternyata Berstatus Tersangka atas Tuduhan Serupa

Pelapor Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian, hingga saat ini prosesnya masih terus berjalan. Hidayat ditangkap di Bekasi pada Selasa, 15 November 2016 lalu karena mengedit video Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan dan menuduhnya sebagai provokator di aksi 411 lalu. Kala itu, Hidayat pernah meminta maaf kepada Kapolda atas perbuatan tersebut.

Detik.com memaparkan kasus yang menjerat Hidayat kala itu. Ia ditangkap karena memposting video rekaman Irjen Iriawan saat memimpin pengamanan aksi 411 di depan Istana Negara pada 4 November lalu.  Dalam rekaman video yang diunggahnya di akun YouTube pribadinya dengan nama ‘Muslim Friend’, ia menyebut Iriawan sebagai provokator. Tudingan tersebut muncul karena dalam rekaman video tersebut, Iriawan berkata kepada massa Front Pembela Islam (FPI) yang saat itu mengikuti aksi untuk mengejar massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tak hanya itu, ia juga menambahkan video tersebut dengan beberapa tulisan yang membuat unsur provokasi seperti “Simak dengan Cermat Kalimat Provokasi Sang Kapolda Metro Jaya”, “Kalian Kejar HMI Itu”, dan “Kamu Pukuli Itu HMI Memang Provokator”.

Dakam kasus ini, Hidayat juga melakukan tindakan serupa. Dijelaskan Kompas.com, pelapor mengedit video Kaesang dengan menambahkan tulisan-tulisan yang berisi pendapat hukum sederhana yang menjelaskan adanya enam ujaran kebencian dalam unggahan akun Kaesang. Hal ini ia lakukan untuk memperkuat dugaannya. Pelapor juga mengaku bahwa video hasil editan tersebut diunggah ke akun YouTube miliknya dengan judul “Akhirnya anak Jokowi diadukan ke polisi terkait penebar kebencian”.

Dijelaskan oleh Okezone.com terkait laporannya saat ini terhadap Kaesang, polisi diminta menjalankan asas hukum equality before the law, di mana polisi tidak boleh pandang bulu menindak siapa saja yang diduga melanggar ketentuan hukum. Sebaliknya, jika Kaesang merasa dirugikan atas laporan tersebut maka dirinya juga berhak mendapatkan perlindungan dari kepolisian. Sementara itu, Polres Metro Bekasi Kota menyatakan mampu menangani kasus ini dan tidak perlu dilimpahkan ke Polda. Sejauh ini, jajaran kepolisian Polres Metro Bekasi masih melakukan pendalaman soal isi materi video yang dianggap berisi konten ujaran kebencian itu.

  • view 83