Ini Alasan Palangkaraya Menjadi Kandidat Kuat Ibu Kota yang Baru

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 05 Juli 2017
Ini Alasan Palangkaraya Menjadi Kandidat Kuat Ibu Kota yang Baru

Nama Palangkaraya yang kembali muncul terkait dengan wacana pemindahan ibu kota ramai dibicarakan masyarakat. Lantas mengapa kota di Kalimantan Tengah tersebut digadang-gadang menjadi ibu kota baru Indonesia. Bahkan, kabarnya nama Palangkaraya sudah muncul sejak era Soekarno dan muncul kembali di era Joko Widodo.

Detik.com memaparkan penjelasan Dosen jurusan arsitektur Universitas Palangkaraya, Wijanarka yang menjelaskan bahwa Palangkaraya berada persis di tengah NKRI, di tengah Indonesia. Atas dasar itu, Palangkaraya menjadi lebih populer sebagai calon ibu kota dibanding kota lainnya. Selain itu, Palangkaraya juga dianggap masih memiliki lahan yang luas, murah dan jarang terjadi gempa. Penduduk Kalimantan yang masih sedikit dibandingkan luas wilayah ini membuat harga tanah rendah, sehingga sangat berpeluang untuk terus dikembangkan dan menarik orang untuk datang. Palangkaraya memiliki luas wilayah 2.400 km persegi, namun hanya 50 km persegi yang sudah terbangun. Kota Palangkaraya juga sudah memiliki sarana dan prasarana seperti jalan dan bundaran yang sudah cukup besar, kota tersebut juga sudah menjadi pusat pertumbuhan di Kalimantan. Aliran sungai yang baik juga nantinya dapat dijadikan sarana dan prasarana transportasi. Palangkaraya dinilai memang diproyeksikan menjadi daerah yang berkembang untuk kepentingan nasional. Meskipun nama Palangkaraya kerap disebut sebagai calon ibu kota baru, Pemerintah sendiri masih mempertimbangkan sejumlah pilihan kota lainnya.

Mengutip pernyataan Sofyan Djalil selaku Menteri Agraria di Liputan6.com, Pemerintah masih melakukan studi awal untuk mencari alternatif-alternatif kota lainnya. Ia juga menyatakan banyak pertimbangan yang saat ini terus dikaji pemerintah, ibu kota nantinya harus lengkap dan berkelanjutan, tidak hanya memenuhi syarat sesaat saja. Sofyan pun belum mau mengungkapkan kota mana saja yang sudah mulai dikaji lebih dalam oleh pemerintah. Hal tersebut karena semua tempat tersebut masih bersifat alternatif dan dikaji lebih dalam agar dapat tempat terbaik.

Sementara itu, tanggapan berbeda diberikan oleh Pakar Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono yang dikutip Kompas.com, pemindahan ibu kota dirasa kurang tepat jika dilakukan dalam rangka pemerataan dan memajukan kota-kota di luar Pulau Jawa. Ia menuturkan ada cara lain yang bisa dilakukan dengan biaya tidak terlalu besar namun hasil yang akan didapat lebih maksimal, misalnya dengan menyelesaikan masalah perkotaan di Indonesia dan mengembangkan kawasan-kawasan tertentu untuk mendukung Jakarta. Pemerintah juga dinilai dapat menerapkan distribusi kegiatan-kegiatan pemerintahan sesuai dengan potensi di tiap kota besar di Indonesia.

  • view 85