Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 5 Juli 2017   07:05 WIB
Kembali Demo, Pengemudi Grab Sampaikan Enam Tuntutan Ini

Mitra pengemudi Grab kembali melakukan aksi demo terkait tindakan pembekuan akun driver secara sepihak dan meminta pihak perusahaan merealisasi program Lebaran yang sudah dijanjikan. Sebelumnya, mereka melakukan aksi serupa pada pekan lalu. Aksi demo tersebut dilakukan di kantor perwakilan Grab di Gedung Plaza Maspion, Jakarta.

Okezone.com melansir pernyataan Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata yang menyayangkan aksi demo ini, menurutnya unjuk rasa tidak perlu terjadi lagi karena pada aksi sebelumnya telah dicapai kesepakatan di mana akan ada dialog lebih lanjut pada 10 Juli mendatang. Namun demikian, pihak Grab tetap mempersilahkan para pengemudi mengemukakan pendapatnya selama dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  

Dipantau oleh Detik.com, pada aksi demo tersebut para pengemudi Grab membawa beberapa atribut, seperti spanduk dengan beragam tulisan. Di antara spanduk yang dibawa tertulis “Tangkap bandit-bandit Grab Indonesia yang telah banyak melakukan perbuatan sewenang-wenang”, “Hapus kode etik koorporate” dan bayarkan bonus kami”. Adapun beberapa tuntutan dalam aksi ini, yaitu:

  1. Kembalikan uang hasil keringat driver.
  2. Tangkap bandit-bandit Grab Indonesia.
  3. Hapus denda kode etik yang menguntungkan pihak Grab.
  4. Klarifikasi di media yang beredar bahwa driver dinyatakan bersalah dan bermain curang.
  5. Meminta PT Grab melibatkan driver dalam membuat peraturan.
  6. PT Grab diminta tidak melakukan tindakan sewenang-wenang dengan suspend driver tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Terkait suspend atau pemutusan kemitraan yang dilakukan Grab Indonesia, hal ini karena para pengemudi melanggar kode etik yang telah ditetapkan pihak Grab Indonesia. Kompas.com memaparkan pernyataan pihak Grab bahwa sejumlah pengemudi melakukan fraud atau kecurangan dengan melakukan order fiktif, penggunaan fake GPS untuk mencurangi sistem, serta menggunakan aplikasi tambahan untuk tidak mengambil pemesanan tanpa mengurangi performa penerimaan order pengemudi. Kode etik yang diberlakukan ini bertujuan menjaga keselamatan serta pelayanan kepada pelanggan. Sementara itu, perwakilan pengemudi GrabCar, Nur Adim meminta pihak Grab untuk menunjukkan bukti kecurangan yang dimaksud. Hal ini karena ia menilai, suspend yang dilakukan manajemen Grab tidak berdasar dan sewenang-wenang.  

Karya : Inspirasi News