Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 4 Juli 2017   17:28 WIB
Lagi dan Lagi, Kepolisian Indonesia Mendapat Ancaman

Kepolisian kembali mendapat teror, kali ini Polsek Kebayoran Lama diteror dengan pemasangan bendera yang identik dengan ISIS dan surat kaleng berupa ancaman oleh orang tidak dikenal. Bendera berwarna hitam tersebut ditemukan terpasang di pagar Polsek Kebayoran Lama sekitar pukul 05.30 WIB pagi tadi.

Kompas.com memaparkan kejadian tersebut, awalnya setelah selesai Shalat Subuh, salah satu anggota kepolisian, Bripka Billy mendengar suara motor berhenti dipinggir jalan. Karena merasa curiga, Billy langsung mengecek motor tersebut. Namun, motor tersebut langsung pergi dan ditemukan bendera berwarna hitam dengan tulisan ‘Lailahailallah’ berukuran 100 cm x 50 cm yang identik dengan ISIS terpasang di pagar depan polsek tersebut. Selain bendera, didapati pula satu botol air minum berukuran satu liter yang di dalamnya berisi kertas karton warna kuning yang berisi ancaman.

Dijelaskan Okezone.com, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono angkat bicara terkait kejadian ini. Ia menyatakan bahwa kejadian tersebut menjadi kewajiban kepolisian untuk mengungkap siapa sebenarnya pemasang bendera sekaligus pengirim surat kaleng tersebut. Untuk saat ini, polisi masih memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi termasuk anggota kepolisian yang pertama kali menemukan barang-barang tersebut. Selain itu, pihak kepolisian juga menganalisa kamera tersembunyi yang ada di lokasi.

Selain memasang bendera ISIS, pelaku juga meletakkan surat ancaman dengan karton berwarna kuning. Detik.com memaparkan dengan lengkap isi surat ancaman tersebut.

“Wahai para Anshor Thogut Polri, Banser, Densus dan para antek-antek laknatulloh, bertobatlah kalian dari jalan yang menyesatkan itu, berhentilah kalian menyembah dan melindungi berhala yang kalian banggakan, yang kalian sebut dengan nama Pancasila najis itu yang telah menggantikan hukum Allah dengan hukum jahiliyah yang telah kalian buat. Sadarlah kalian sesungguhnya kalian berperang di barisan Thogut dan kami berperang di barisan iman (QS An-Nisa: 76) berhentilah kalian menyebut dan memfitnah kami sebagai teroris, bahwa pada dasarnya kalianlah teroris sebenarnya, karena kalian telah membunuh dan menangkap umat Muslim serta ulama-ulama kami (Para Muwahiddin) yang mempelajari dan mengamalkan tauhid yang dibawa dan diajarkan oleh Rosul kami Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam.

Dan ketahuilah, kami akan terus meneror kalian sebagaimana kalian meneror kami (Para Muwahidin) dan kami akan memburu kalian sebagaimana kalian memburu saudara seiman kami di Poso. Ketahuilah, perang telah dimulai, akan kami buat Jakarta ini seperti Marawi. Akan kami gulingkan hukum jahiliyah serta berhala Pancasila yang kalian banggakan dan akan kami tinggikan hukum Allah yang maha adil dan sempurna (QS Al-Maidah: 50) di atas pedang-pedang kami, Khilafah Islamiyah Ala Minhajin Nubuwah akan segera tegak di tanah air ini Insya Allah Biidznillah.”

Terkait kejadian ini dan beberapa ancaman lainnya yang datang kepada kepolisian, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta jajarannya untuk memperketat pengamanan markas komando. Tito mewanti-wanti jajarannya untuk mencegah terulangnya kasus teror terhadap polisi.

Karya : Inspirasi News