Tarif Taksi Online dan Konvensional Tak Jauh Berbeda, Pilih Mana?

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 04 Juli 2017
Tarif Taksi Online dan Konvensional Tak Jauh Berbeda, Pilih Mana?

Penerapan aturan baru bagi tarif taksi online telah dimulai sejak 1 Juli 2017 lalu. Berdasarkan aturan teknis Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 tahun 2017, tarif taksi online dibedakan berdasarkan dua wilayah. Pelaksanaan tarif ini pun akan dievaluasi dalam waktu enam bulan ke depan.

Dilansir Detik.com, wilayah pertama meliputi Sumatera, Jawa dan Bali. Di ketiga kawasan ini ditetapkan tarif bawah sebesar Rp 3.500 per km, sedangkan tarif atas sebesar Rp 6.500 per km. Lalu wilayah dua meliputi Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Tarif di ketiga wilayah ini dibuat sedikit lebih tinggi yakni dengan tarif batas bawah Rp 3.700 per km, dan tarif atas Rp 6.500 per km. Jika dibandingkan dengan tarif taksi di wilayah Jabodetabek, tarif buka pintu dikenakan Rp 6.500 sementara tarif perjalanannya dikenakan Rp 3.500 per km. Melihat tarif tersebut, ongkos taksi online dan taksi konvensional menjadi tidak jauh berbeda. Tarif baru yang ditetapkan ini sudah meliputi biaya asuransi bagi pengguna jasa, pengemudi, hingga kendaraan yang digunakan. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus melindungi konsumen serta pengemudi.

Terkait hal ini, Kementerian Perhubungan (kemenhub) meminta semua pihak untuk memperhatikan poin-poin penting. Kompas.com menyebutkan poin penting dalam peraturan ini antara lain adalah penetapan tarif, kuota, serta kepemilikan unit kendaraan. Untuk kuota, Kemenhub meminta Gubernur atau Kepala Badan yang berwenang untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan Ditjen Perhubungan Darat untuk mendapat rekomendasi.

Liputan6.com menjelaskan bahwa Kemenhub juga telah menyiapkan sejumlah sanksi bagi operator taksi online yang tak memenuhi ketentuan tarif. Sanksi yang diberikan sesuai peraturan yang berlaku, mulai dari teguran, pemutusan kerja, ataupun penonaktifan aplikasi itu sendiri. Pihak Kemenhub akan terus memonitor supaya peraturan terkait tarif ini dapat berjalan dengan baik. Kemenhub akan menindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

  • view 67