Takut Serangan Ransomware Petya? Begini Langkah Pencegahannya

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Teknologi
dipublikasikan 03 Juli 2017
Takut Serangan Ransomware Petya? Begini Langkah Pencegahannya

Dunia kembali dihebohkan oleh virus komputer bernama ransomware Petya. Virus ini mengenkripsi hard disk hingga pemilik file harus membayar uang tebusan sebesar USD300. Namun begitu, korban tetap tidak bisa mendapatkan kembali file mereka. Hal itu karena, tujuan dari serangan ini tidak dimaksudkan hanya untuk menghasilkan uang, tapi juga menyebabkan kerusakan.

Kompas.com mengutip pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara yang mengingatkan masyarakat akan serangan virus tersebut. Hal ini penting karena virus Petya ini menyerang dalam skala global. Cara kerja virus ini mirip dengan ransomware Wannacry yang menyebar lewat file attachment email dan link ke situs malware. Pemerintah melalui kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengimbau pengguna komputer untuk mengantisipasi virus tersebut dengan sejumlah cara.

Pertama, sebelum menyalakan komputer atau server, matikan hotspot/wifi dan cabut koneksi kabel LAN atau internet sementara terlebih dahulu untuk memastikan semua data aman. Kedua, segera pindahkan data dalam komputer ke sistem operasi non-windows. Semisal Linux atau Mac. Bisa juga melalui cara memindahkan data ke media storage terpisah.

Perusahaan keamanan IT global bernama Sophos ikut angkat bicara soal serangan tersebut. Detik.com memaparkan saran dari Sophos bagi para pengguna komputer.

  • Memastikan bahwa sistem telah diperbaharui dengan patch terakhir, termasuk pembaharuan yang ada di dalam buletin Microsoft MS17-010.
  • Mempertimbangkan untuk memblokir tool Microsoft PsExec yang berjalan pada komputer dalam network. Tool Microsoft PsExec ini digunakan sebagai bagian dari teknik penyebaran Petya.
  • Melakukan back-up secara reguler data-data yang penting.
  • Enkripsi data-data yang telah di-back up sehingga anda tidak perlu khawatir jika data anda jatuh di tangan yang salah.
  • Hindari membuka lampiran di email dari pengirim yang tidak diketahui.

Dijelaskan oleh Okezone.com, di Indonesia sendiri, Kominfo mengingatkan tiga sektor publik yang rentan dengan target Petya antara lain, perhubungan, perbankan dan energi. Bukan hanya mengingatkan, Kominfo juga menyiapkan peta jalan pengaman siber untuk tiga sektor tersebut. Serangan ransomware Petya sendiri pertama kali ditemukan di wilayah Eropa dan Asia Selatan. Namun, Ukraina menjadi negara yang berdampak paling besar dari serangan tersebut, yakni mencakup sektor publik, kelistrikan, hingga perbankan.

  • view 106