Peredaran Uang Palsu Menurun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 22 Juni 2017
Peredaran Uang Palsu Menurun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Bank Indonesia mengungkapkan temuan uang palsu per Februari 2017 yang mencapai 22.212 lembar. Namun demikian, jumlah tersebut terus menurun dalam beberapa bulan terakhir. Meski peredaran uang palsu menurun, masyarakat diminta untuk tidak abai terhadap peredaran uang palsu ini, terlebih lagi di hari-hari menjelang lebaran.

Detik.com melansir pernyataan Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang, Suhaedi yang menyatkan temuan uang palsu sekitar dua lembar per satu juta uang yang diedarkan. Ia juga menegaskan jumlah tersebut terbilang rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal tersebut terjadi karena pihak Bang Indonesia gencar melakukan sosialisasi 3D yakni dilihat, diraba, diterawang. Selain itu, pihak kepolisian juga semakin intensif meningkatkan pengawasan dan tuntutan hukuman yang lebih berat bagi pengedar uang palsu.

Kompas.com memantau bahwa polisi berhasil meringkus seorang pengedar uang palsu, dari tangannya, polisi menyita 100 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan pabrik pembuatan uang palsu tersebut berbentuk kontrakan di Bandar Lampung. Dari rumah kontrakan tersebut, polisi menyita sejumlah bukti, antara lain 1.000 lembar uang palsu baik dalam bentuk yang sudah dipotong atau belum, satu unit laptop untuk mendesain uang, satu unit printer dan kertas untuk membuat uang palsu. Namun, produksi uang palsu di pabrik tersebut adalah yang pertama kali, dan belum sempat diedarkan.

Dijelaskan oleh Okezone.com, bahwa uang palsu yang beredar didominasi oleh pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Dari sisi jumlah, uang palsu yang ditemukan tahun ini memang tidak sebanyak tahun lalu. Namun, ada kemungkinan jumlah uang palsu yang beredar tahun ini adalah angka yang teridentifikasi, baik dari laporan warga mau pun perbankan. Sebab, mungkin saja jumlah uang palsu yang beredar di lapangan jauh lebih banyak. Oleh karenanya, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu.

  • view 35