Ini Permintaan Maaf Presiden Filipina Atas Hancurnya Marawi

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 21 Juni 2017
Ini Permintaan Maaf Presiden Filipina Atas Hancurnya Marawi

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte meminta maaf karena terpaksa melakukan serangan militer ke Kota Marawi yang tengah dikuasi ISIS. Serangan tersebut membuat kota yang berpenduduk mayoritas muslim itu menjadi reruntuhan. Ini dilakukan untuk menghancurkan kelompok ISIS yang tengah berupaya mendirikan kekhalifahan di kota tersebut.

Kompas.com melansir permintaan maaf Presdien Duterte, “Saya sangat, sangat, sangat menyesal bahwa ini terjadi. Semoga anda akan segera menemukan kata maaf di dalam hati anda untuk tentara dan pemerintahan saya dan bahkan untuk saya sendiri”. Demikian kalimat yang diberikan Duterte dalam sebuah pidato di pusat evakuasi di Iligan, dekat Kota Marawi. Ia mengaku tindakan tersebut harus dilakukan demi menghancurkan kelompok teroris yang bersarang di sana. Konflik di wilayah selatan negara tersebut sudah memasuki minggu kelima, namun tidak ada tanda akan berakhir. Jumlah korban juga dilaporkan telah bertambah hingga 370 orang.

Dijelaskan oleh Cnnindonesia.com, Duterte menekankan bahwa gempuran militer yang dibantu serangan udara dari Amerika Serikat tersebut tidak akan berhenti hingga Marawi bersih dari militan. Ia juga menambahkan, jika angkatan daratnya tidak dibantu serangan udara, pertempuran yang terjadi dikhawatirkan akan semakin larut. Saat ini, meski bom telah dijatuhkan di daerah Marawi, para anggota militan dilaporkan masih bersembunyi di kota itu dan berlindung di ruang bawah tanah yang tidak terjangkau oleh bom. Sejumlah pengamat bahkan menilai perjuangan militer di Marawi mengalami kebuntuan dan jika berkepanjangan, Marawi dikhawatirkan akan menjadi basis baru ISIS di Asia Tenggara.

Detik.com memaparkan bahwa pertempuran yang dilakukan militer Filipina untuk menyudahi pergerakan militan telah mengubah kota Marawi yang semula merupakan pusat perdagangan yang sibuk, menjadi seperti kota-kota konflik di Irak dan Suriah. Pertempuran ini bermula saat ratusan militan yang membawa bendera ISIS menyerbu Marawi pada 23 Mei lalu. Mereka membakar sejumlah gedung dan menyandera warga. Militer Filipina akhirnya mengerahkan pesawat tempur dan helikopter untuk memborbardir area-area yang diyakini menjadi posisi dan persembunyian militan di Marawi.

  • view 46