Banyak Penolakan, Akankah Full Day School Tetap Diterapkan?

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 15 Juni 2017
Banyak Penolakan, Akankah Full Day School Tetap Diterapkan?

Program Full Day School atau sekolah lima hari dengan jam belajar delapan jam dalam sehari yang dicanangkan Mendikbud terus menerima penolakan dari beberapa pihak. Hal tersebut karena dinilai tidak efektif untuk tumbuh kembang anak dan menghilangkan nilai-nilai keagamaan yang ditanam di madrasah diniyah.

Kompas.com memantau bahwa ada lima ratus siswa madrasah diniyah dan guru yang menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Mereka menolak program Full Day School yang ingin diterapkan Mendikbud karena akan menganggu jadwal madrasah diniyah yang mereka jalani. Selain itu, program tersebut dikhawatirkan akan menghabisi profesi guru madrasah yang selama ini membantu membentuk karakter siswa. Jika program tersebut tetap akan dilakukan maka ribuan lembaga pendidikan madrasah diniyah terancam bubar karena jam siswa terpotong di sekolah formal.

Disebutkan dalam Okezone.com, tiga tantangan yang akan terjadi dalam penerapan Full Day School. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menyebutkan tiga tantangan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan. Pertama, perubahan aturan jam belajar. Kedua, soal sumber daya manusia (SDM), yaitu beban kerja dan jumlah guru. Di mana, masih banyak sekolah di daerah yang kekurangan jumlah guru. Ketiga mengenai sarana dan prasarana, khususnya mengenai ketersediaan ruang kelas yang ideal. Pemberlakuan program tersebut harus didukung oleh infrastruktur yang baik. Faktanya, dari 1,8 juta ruang kelas di seluruh Indonesia, hanya 450-500 ribu ruang kelas yang kondisinya layak. Untuk itu, ia berharap ada sosialisasi yang masif dan jelas terkait aturan ini.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy seperti dikutip Detik.com menegaskan bahwa program Full Day School akan dilaksanakan secara bertahap pada daerah sesuai dengan kondisi kesiapan dan kemampuan masing-masing sekolah. Mendikbud juga akan mengikuti saran dari MUI untuk berkoordinasi dengan Kemenag terkait petunjuk dan pedoman pelaksanaannya. Selain itu, dalam program tersebut penguatan karakter dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang penerapannya akan sangat bervariasi di setiap daerah. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada paksaan bagi sekolah yang memang belum memadai untuk melaksanakan program Full Day School tersebut.

  • view 246