Pemudik Diimbau Naiki Bus dengan Stiker Resmi Kemenhub

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 13 Juni 2017
Pemudik Diimbau Naiki Bus dengan Stiker Resmi Kemenhub

Bagi para pemudik yang akan meninggalkan ibukota di Lebaran 2017 ini diimbau untuk mewaspadai kendaraan yang tidak berstiker resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal ini karena bus yang telah memiliki stiker resmi dari Kemenhub telah melalui ramp check atau pemeriksaan rutin setiap bulan oleh petugas dari tingkat pusat hingga daerah.

Dilansir Okezone.com, Pudji Hartanto selaku Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengatakan bahwa inspeksi terhadap angkutan umum atau ramp check sejauh ini telah dilakukan terhadap 85% kendaraan antarkota antarprovinsi (AKAP). Namun, hanya sekitar 70% dari seluruh armada bus tersebut yang dinyatakan layak jalan dan 30% lainnya tidak layak. Selain itu, masih ada 15% bus yang belum dilakukan ramp check dan akan terus dikejar menjelang puncak arus mudik. Untuk bus yang masih tidak layak jalan namun tetap beroperasi maka akan terpaksa dihentikan di tempat ramp check dan penumpang di dalam bus tersebut akan diturunkan.

Untuk itu, Pudji Hartanto seperti dikutip Detik.com mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai bus tanpa stiker. Jika tidak ada stiker harus dicek terlebih dahulu dan penumpangnya akan diturunkan, lalu diganti dengan bus yang baru. Pudji juga menjamin bahwa ramp check akan dilakukan secara profesional, pihaknya juga akan menindak tegas petugas yang meloloskan kendaraan yang tidak layak jalan.

Kompas.com mengutip pernyataan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang mengimbau kepada pengusaha-pengusaha PO harus melakukan ramp check dalam beberapa hari ke dinas-dinas setempat. Menurutnya, ramp check harus dilakukan karena sangat penting dan menyangkut keselamatan penumpang. Sepanjang ia melakukan ramp check, ada bus yang tidak lulus karena kaca depannya pecah, olinya bocor, bahkan ada yang remnya diikat dengan karet. Hal ini otomatis tidak akan menjamin keselamatan dan membahayakan penumpang. Penumpang juga diingatkan untuk selektif dalam memilih bus yang akan dinaiki ke kampung halaman.

  • view 39