Marak Aksi Penembakan, Polisi Diminta Perketat Izin Kepemilikan Senjata Api

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 13 Juni 2017
Marak Aksi Penembakan, Polisi Diminta Perketat Izin Kepemilikan Senjata Api

Aksi kejahatan menggunakan senjata api kembali marak terjadi. Para pelaku tidak segan untuk menembak korbannya hingga tewas. Dalam hitungan hari, bahkan ada dua kasus penembakan yang memakan korban jiwa.

Okezone.com menginformasikan bahwa Jumat, 8 Juni 2017 lalu terjadi perampokan di SPBU Jalan Daan Mogot KM 12, Cengkareng, Jakarta Barat. Davidson Tantono tewas dalam kejadian tersebut. Korban diduga telah diikuti oleh pelaku sejak ia melakukan penarikan uang sebesar Rp 300 juta di BCA Green  Garden, Jakarta Barat. Korban sempat mengejar pelaku untuk merebut kembali tasnya, namun pelaku mengeluarkan senjata api dan menembak pelipis kepala korban. Terkait kejadian ini, polisi telah mengantongi identitas pelaku. Pihak kepolisian menegaskan bahwa pelaku merupakan pemain lama dan telah melakukan aksinya sebanyak 10 kali di Ibu Kota.

Beberapa hari setelahnya, tepatnya Senin, 12 Juni 2017, Italia Chandra Kirana Putri warga Perum Bugel Indah, Tangerang tewas ditembak kawanan pencuri sepeda motor yang beraksi di rumahnya. Sebelumnya, Italia sempat mencegah pelaku dengan melemparinya dengan sapu, namun pelaku langsung menembaknya dari jarak dekat dan mengenai dada korban. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus ini dengan terus mengorek keterangan dari saksi dan alat bukti.

Kompas.com menyebutkan bahwa Kapolres Metro Tangerang, Komisaris Besar Harry Kurniawan telah memeriksa belasan orang saksi terkait kasus tersebut. Ada 13 saksi yang digali informasi lengkapnya mengenai pelaku yang berjumlah dua orang. Selain itu, polisi juga telah mengambil satu proyektil peluru dari tubuh korban saat proses otopsi di RSUD Tangerang. Pihak kepolisian juga masih mengumpulkan bukti-bukti terkait dan foto serta rekaman CCTV yang dihimpun dari lingkungan sekitar lokasi kejadian.

Dua kasus perampokan yang melibatkan senjata api tersebut membuat Komisi III DPR meminta kepolisian untuk lebih tegas dalam hal kepemilikan senjata api. Detik.com melansir pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman yang menyebut bahwa polisi harus segera menarik senjata api ilegal di kalangan masyarakat. Selain itu, menurutnya izin kepemilikan senjata api harus diperketat. Pihak kepolisian harus menggencarkan langkah pencegahan terkait kasus-kasus perampokan dengan senjata api yang kian marak terjadi.

  • view 72