Tolak Heningkan Cipta, Arab Saudi Dianggap Tak Tunjukkan Rasa Hormat

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 09 Juni 2017
Tolak Heningkan Cipta, Arab Saudi Dianggap Tak Tunjukkan Rasa Hormat

Laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di Adelaide, Australia yang mempertemukan Timnas Australia dan Timnas Arab Saudi mendapat perhatian publik. Hal ini karena Timnas Arab Saudi menolak untuk ikut mengheningkan cipta atas korban tragedi teror London beberapa waktu lalu. Mengheningkan cipta dilakukan untuk memberi penghormatan atas dua korban asal Australia dalam tragedi teror London.

Liputan6.com menjelaskan kronologi yang terjadi, mengheningkan cipta dilakukan oleh para pemain Timnas Australia dengan berdiri di tengah lapangan dan saling merangkul untuk menunjukkan rasa empati. Namun, para pemain Timnas Arab Saudi justru berpencar dan melakukan pemanasan. Padahal di saat yang sama, hampir seisi stadion berdiri sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban. Timnas Arab Saudi menolak melakukan mengheningkan cipta karena beranggapan bahwa ritual tersebut tidak ada dalam tradisi mereka dan menilai sebuah penghormatan tidak harus dilakukan di atas lapangan. Namun, hal ini justru bertolak belakang dengan yang pernah dilakukan klub-klub mereka, seperti al-Ahli Saudi FC yang mengheningkan cipta sebelum pertandingan Qatar Airways Cup melawan Barcelona pada Desember 2016 lalu.

Terkait tindakan para pemain Timnas Arab Saudi tersebut, Detik.com melansir permintaan maaf dari Federasi Sepakbola Arab Saudi (SAFF). SAFF menyatakan dengan resmi sangat menyesalkan dan secara terbuka meminta maaf atas apapun pelecehan yang timbul dari kegagalan sejumlah anggota perwakilan tim Kerajaan Arab Saudi. Mereka juga mengungkapkan bahwa tidak ada maksud khusus dari anggota timnas untuk melecehkan ritual yang dilakukan. Para pemain juga tidak bermaksud untuk tidak menghormati kenangan akan para korban atau menimbulkan kekecewaan untuk para kerabat dekat korban. SAFF juga mengaku mengutuk semua tindak terorisme dan ekstremisme yang terjadi dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah serta rakyat Inggris.

Kompas.com melansir pendapat dari Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull yang mengatakan pentingnya penghormatan kepada korban terorisme dan keluarganya. Menurutnya, seluruh dunia harus bersatu dalam mengecam serangan terorisme, juga harus memberikan cinta, simpati dan penghormatan terhadap korban dan keluarga yang bersangkutan. Politisi senior dari Partai Buruh, Anthony Albanese justru menganggap sikap yang dilakukan Timnas Arab Saudi sebagai bentuk penghinaan. Ia menegaskan, penolakan untuk mengheningkan cipta tersebut bukan semata soal budaya atau tradisi, melainkan tentang kurangnya rasa hormat.

  • view 72