Pemilihan Rektor oleh Presiden, Bentuk Ketidakpercayaan Terhadap Akademisi?

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 08 Juni 2017
Pemilihan Rektor oleh Presiden, Bentuk Ketidakpercayaan Terhadap Akademisi?

Adanya rencana dipilihnya rektor perguruan tinggi yang dipilih melalui pertimbangan presiden masih mendapat pertentangan dari beberapa pihak. Banyak yang menilai rencana tersebut sebagai upaya mengintervensi kampus untuk kepentingan politik tertentu.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Abdullah Ubaid Matraji seperti dikutip Okezone.com mengkhawatirkan rencana tersebut dapat mengubah kampus menjadi daerah kekuasaan partai politik. Ia berpendapat, dengan adanya rencana tersebut artinya presiden tidak percaya terhadap ilmuan, akademisi, dan guru besar yang ada di masing-masing kampus. Dia menilai, adanya kekhawatiran jaringan ISIS masuk ke dunia kampus bukan menjadi alasan untuk memuluskan rencana pemilihan rektor oleh presiden. Kementerian terkait seharusnya cukup mengevaluasi pola pendidikan di kampus dan sekolah, bukan membuat rencana pemilihan rektor melalui pertimbangan presiden.

Hal serupa juga dilontarkan oleh Wakil Sekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi yang dilansir Kompas.com, ia mengkritik rencana tersebut karena menilai keterlibatan Presiden bisa menganggu proses demokrasi yang sehat dan independen di kampus. Ia juga menuturkan bahwa demokrasi yang ada sudah berjalan dengan baik sehingga kampus bisa berperan menjadi lembaga yang kritis dan ikut membantu publik dalam mengontrol dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro pada rakyat. Ia bahkan menegaskan bahwa satu hal yang wajar kalau publik pada akhirnya berpendapat pemerintah seperti terkesan takut dikritisi dengan cara melibatkan pemerintah dalam pemilihan rektor.

Sementara itu, Detik.com melansir pernyataan Mendagri, Tjahjo Kumolo yang memiliki alasan dibalik rencana pemilihan rektor yang dilakukan oleh pemerintah. Ia menilai, rektor memiliki jabatan strategis dan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran mahasiswa, termasuk penanaman ideologi. Pemerintah sendiri mempunyai alasan mengapa konsultasi kepada pemerintah untuk pemilihan rektor perlu dilakukan, hal ini semata untuk menjalankan fungsi perguruan tinggi agar tetap kritis dan memberi solusi kepada pemerintah atas setiap pengambilan keputusan politik di pusat maupun daerah.

  • view 54