ISIS Beraksi di Filipina, Indonesia Harus Waspada

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 08 Juni 2017
ISIS Beraksi di Filipina, Indonesia Harus Waspada

Aksi terorisme yang terjadi akhir-akhir ini di berbagai negara termasuk Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, semua aksi teror yang terjadi termasuk teror yang serius dan menimbulkan korban jiwa manusia. Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) menjadi kelompok radikal yang paling disorot oleh dunia, hal ini karena mereka mengakui terlibat dengan semua aksi teror yang terjadi di beberapa negara belakangan ini.

Dikutip oleh Detik.com, Menko Polhukam, Wiranto menegaskan Indonesia bersama dengan sejumlah negara tengah berupaya mencegah kelompok ISIS membangun basis di Asia Tenggara. Wiranto menyebutkan, Indonesia sedang fokus pada regional di antara wilayah Australia, Indonesia, Filipina, Malaysia dan Brunei. Selain itu, pemerintah juga memperkuat penjagaan di perbatasan terkait dengan aksi kelompok militan Maute di Marawi, Filipina Selatan. Hal ini untuk membendung kemungkinan tersebarnya basis teror yang terjadi di Marawi ke tempat-tempat lain, khususnya Indonesia. ISIS dikategorikan sebagai salah satu ancaman bagi Indonesia. Aksi bom Thamrin dan Kampung Melayu adalah aksi teror di Indonesia yang diakui oleh ISIS.

Sementara itu, Okezone.com melansir pernyataan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara yang hingga kini terus meningkatkan penjagaan Pulau Morotai untuk mewaspadai masuknya ISIS dari Filipina. Menurut Kapolda Maluku Utara, Brigjen Tugas Dwi Apriyanto, kemungkinan besar kelompok teroris yang ada di Filipina diperkirakan akan masuk ke Indonesia karena sejumlah anggota terduga teroris di sana adalah warga negara Indonesia. Oleh karenanya, pihak Kapolda meningkatkan kewaspadaan di wilayah Kabupaten Morotai yang merupakan wilayah terdekat dan salah satu pintu masuk ke wilayah Indonesia.

Indonesia patut waspada karena menurut pantauan Kompas.com, ISIS yang hingga kini masih menempati wilayah Marawi, Mindanao dilaporkan merencanakan serangan yang jauh lebih besar. Hal ini dilakukan karena kelompok tersebut ingin menebar teror dan gelombang kekerasan untuk menguasai Marawi. Kepala Staf Angkatan Darat (AD), Jenderal Eduaro Ano mengatakan, kelompok militan Maute yang menjadi sayap ISIS berupaya memecah wilayah territorial Filipina dengan menduduki Marawi dan membangun pemerintahan atau negara Islam.

 

  • view 74