Benarkah Mulai Oktober Isi Ulang e-Money Dikenakan Tarif?

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 06 Juni 2017
Benarkah Mulai Oktober Isi Ulang e-Money Dikenakan Tarif?

Alih-alih mendorong masyarakat menggunakan uang elektronik atau ­e-Money, Bank Indonesia (BI) justru berencana mengizinkan bank untuk mengenakan biaya atau fee saat melakukan top up atau isi ulang. Nantinya, bila hal ini dilakukan masyarakat tidak lagi mendapat nominal yang sama dengan biaya yang mereka keluarkan saat isi ulang. Lantas apa tujuan BI mengenakan tarif saat isi ulang dilakukan?

Detik.com mengutip penjelasan Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Pungky Purnomo yang mengatakan bahwa tarif yang dikenakan adalah untuk membantu perbankan menyediakan sarana dan prasarana top up. Biaya isi ulang ini tidak hanya berlaku untuk penggunaan uang elektronik di jalan tol, namun untuk semua penggunaan e-Money. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Eny V Panggabean menyatakan hingga saat ini belum diputuskan berapa tarif yang akan dikenakan karena masih dalam tahap pembicaraan. Ia juga menambahkan, adanya tarif tersebut karena bank membutuhkan biaya untuk pengadaan dan maintenance infrastruktur agar bisnis tersebut dapat berlanjut.

Pernyataan serupa juga diberikan oleh Gubernur BI, Agus DW Martowadojo yang dikutip Kompas.com menjelaskan bahwa adanya tarif juga merupakan upaya percepatan penerapan transaksi nontunai di jalan tol. Ia menilai, jika tidak ada tarif yang diberikan maka untuk mendesak bank-bank besar menyediakan fasilitas top up akan kurang cepat. Penerapan tarif ini akan mulai dilakukan pada Oktober 2017 mendatang bersamaan dengan penerapan transaksi elektronik di gerbang tol.

Namun, hal tersebut ternyata ditanggapi berbeda oleh Direktur Eksekutif Institute die Development of Economics and Finance (Indef), Eny Sry Hartati. Seperti dikutip Okezone.com, ia menilai bahwa upaya yang dilakukan kurang tepat mengingat pemerintah tengah berupaya mendorong tingkat pemakaian e-Money. Menurutnya, untuk menarik minat masyarakat dalam pemakaian e-Money maka insentif yang ada harus dipertahankan bukan memberikan beban biaya kepada masyarakat. Ia menilai, nantinya masyarakat akan berpikir untuk apa mengeluarkan biaya untuk pengisian ulang uang elektronik mereka.  

  • view 54