Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 30 Mei 2017   09:51 WIB
Sebut Ledakan Kampung Melayu Rekayasa, Tersangka Minta Maaf

Adanya isu yang tersebar mengenai bom di Terminal Kampung Melayu adalah rekayasa pihak kepolisian. Penulis status tersebut yang berinisial ARP telah ditangkap dan meminta maaf kepada pihak bersangkutan. Hal ini karena status yang ditulisnya sudah menimbulkan keramaian di masyarakat.

Pengacara Rifa’i, Muhammad Ihsan memberi penjelasan di Kompas.com bahwa ARP menyesali perbuatannya, ia juga telah meminta maaf kepada Kapolri atas kebodohan dan kesalahannya atas status yang ditulisnya di Facebook. Permohonan maaf tertulis itu pun akan diberikan oleh tim kuasa hukum kepada Kapolri pada hari ini, Selasa 30 Mei 2017. Ihsan juga berharap agar Kapolri dan masyarakat Indonesia dapat memberikan maaf agar kasus serupa dapat menjadi pelajaran bagi ARP dan seluruh pengguna internet untuk cerdas dan beretika dalam menggunakan media sosial.

Detik.com yang juga melansir pernyataan Ihsan yang menyebutkan ARP hanya menulis berdasarkan analisisnya semata tanpa didukung sebuah fakta. Ia hanya menganalisis info yang ada dan menjadikan sebuah tulisan. Untuk itu, ARP meminta maaf karena analisisnya yang dia sebarkan melalu media sosial pribadinya. ARP sendiri diketahui berprofesi sebagai seorang penulis lepas di sebuah media lokal. Pada akun Facebook pribadinya, ARP kurang lebih menulis status berbunyi “Ini rekayasa bom bunuh diri, Sebentar lagi framing pemberitaan media akan mengarah pada satu topik bahwa pelakunya Islam radikal”.

Terkait hal tersebut, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang dikutip Okezone.com dengan tegas membantah peristiwa tersebut hanya rekayasa untuk pengalihan isu. Ia juga menjelaskan alasan di balik peristiwa tersebut, mengapa Kampung Melayu yang menjadi target karena di sana terdapat pos polisi, menurutnya ini bukan masalah lokasi tetapi target yang diincar yakni para polisi yang saat itu sedang bertugas. Ia juga menjelaskan bahwa tidak mungkin polisi mengorbankan nyawa sendiri untuk merekayasa suatu kejadian ledakan bom Masyarakat pun diminta agar tidak mudah percaya dengan isu seputar aksi teror dan rekayasa kepolisian. Untuk itu, kita perlu cerdas dalam berinteraksi di media sosial dan memilah informasi yang ada.

Karya : Inspirasi News