Pengguna KRL Tak Boleh Egois

Inspirasi News
Karya Inspirasi News Kategori Lainnya
dipublikasikan 17 Mei 2017
Pengguna KRL Tak Boleh Egois

Commuter Line (KRL) saat ini menjadi salah satu alat transportasi pilihan warga. Alasannya tak lain adalah karena ongkosnya yang murah dan mampu memangkas waktu perjalanan, jika dibanding dengan menggunakan kendaraan pribadi yang berisiko terjebak kemacetan.

Namun, pengguna jasa KRL harus mampu menahan padatnya keadaan di dalam gerbong. Keadaan ini dirasa sangat lumrah karena transportasi ini kini cukup banyak digunakan. Seperti dilansir Kompas.com, jumlah penumpang KRL tembus di angka 1.014.631 dengan jumlah penumpang 950.000 perharinya.

Dengan jumlah penumpang ratusan ribu tersebut, banyak peristiwa yang terjadi di dalam gerbong KRL. Seperti dilansir Okezone.com, tersebar sebuah video yang memperlihatkan pertengkaran penumpang wanita di gerbong khusus wanita. Kabarnya, pertengkaran tersebut terjadi karena kedua penumpang saling memperebutkan kursi. Kejadian tersebut akhirnya membuat pihak PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) angkat bicara.

Dilansir Detik.com, Humas PT KAI, Eva Chairunisa mengaku bahwa kejadian serupa telah beberapa kali terjadi. Setidaknya dalam tiga bulan ini, petugas KCJ telah dua kali menurunkan penumpang karena bertengkar di dalam KRL. Pihaknya juga menegaskan bahwa jika kejadian tersebut terjadi kembali penumpang harus mau diturunkan dari KRL, dan apabila ada korban pihak PT KAI akan membawanya ke kepolisian. Untuk itu, para pengguna jasa transportasi Commuter Line diminta untuk selalu menjaga toleransi dan ketertiban di dalam kereta. Hal ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang lainnya.

 

  • view 63