Hatimu Ibarat Bunga

Inspirasi Islami
Karya Inspirasi Islami Kategori Motivasi
dipublikasikan 15 Maret 2016
Hatimu Ibarat Bunga

Hati dan lisan. Dua hal ini adalah saling berhubungan. Antara satu dengan yang lain mereka saling berketergantungan. Ibarat bunga dengan wanginya. Tidak akan tercium bau yang harum tanpa adanya bunga. Tetapi, tidak pula semua bunga harum baunya. Maka tumbuhkanlah bunga yang tepat, yang dapat menyenangkan bagi siapapun yang berada di dekatnya. Seperti yang dikutip dari nasihat Ustadz Salim A. Fillah, ?Jika hatimu adalah mawar jelita maka yang keluar dari mulutmu pasti semerbak wanginya?.

Hati dan lisan. Apa yang keluar dari lisan sumbernya adalah isi hati yang dibiasakan. Dibiasakan bisa berarti sering atau bahkan setiap saat dimana kita melakukan perbuatan sehingga menjadi terbiasa, baik hal itu keburukan atau kebaikan. Dan itu tergantung dari kita ingin yang mana untuk dibiasakan. Apa yang ada di dalam hati adalah cerminan dari apa yang keluar dari lisan. Bisa jadi setiap kata yang kamu keluarkan, adalah dari hati yang wujudnya kamu sendiri tentukan. Maka bentuklah hati yang baik dengan lisan baik.

Lisan yang kamu ucapkan akan mempengaruhi apa yang ada disekitarmu. Dia bisa mempengaruhi persepsi orang terhadap dirimu. Dia juga bisa mempengaruhi sekitar untuk menjadi seperti dirimu. Lisanmu ibarat harumnya bunga. Karena harum sumbernya dari bunga, maka sebarkanlah keharuman itu ke semua yang ada didekatnya. Tidak hanya dirimu sendiri yang menikmatinya. Kamu sadari atau tidak, orang lain juga pasti akan merasakannya. Juga jagalah dia supaya tidak menyebarkan bau yang membuat orang menjadi enggan untuk bersama dengannya. Sebab tidak semua bunga harumnya sama.

Jika lisan mencerminkan apa yang ada di hati, maka hati mencerminkan diri. Hati adalah hulu dari semua keputusan dan perbuatan. Kebaikan atau keburukan. Kamu sendiri yang menentukan. Bisa jadi kebaikan atau keburukan yang kamu lakukan menjadi pengantar untuk kebaikan atau keburukan yang lain. Bisa pula kebaikan atau keburukan yang kamu lakukan menjadi penyebab orang lain untuk melakukan kebaikan atau keburukan yang sama. Maka berhati-hatilah dalam urusan hati. Penuhilah kebaikan dalam hati karena itu yang akan menuntunmu menuju alam yang hakiki. Pertahankan kebaikan di hati, karena hidup hanya sekali dan kamu harus membuatnya berarti. Tetap junjunglah hati dengan kebaikan meskipun orang lain membalasnya dengan hal yang berlawanan. Karena sayyidina Ali bin Abi Thalib berujar bahwa, hatimu ibarat bunga, tetap memberikan harumnya meskipun kepada tangan yang telah menghancurkannya.

  • view 406