Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesusastraan 8 Desember 2017   16:19 WIB
Lima Karya Sastra Klasik yang Tak Pernah Sepi Pembaca Saat Natal

Menyongsong libur Natal dan akhir tahun 2017 sekaligus menyongsong Tahun Baru 2018 tak ada salahnya inspirator mengisinya dengan membaca buku bertemakan Natal. Bagi yang muslim pun juga layak membaca buku yang akan kami ulas di bawah ini sebab dapat memperoleh wawasan dan kesan mendalam. Yuk disimak!

  1. ‘A Christmas Carol’ (1843) oleh Charles Dickens
Ini merupakan salah satu buku populer Dickens yang identik dengan Natal. Cerita sang tokoh, Ebenezer Scrooge, yang bertemu dengan banyak orang pun mengubah dirinya dari yang seorang sombong, kurang sensitif menjadi pribadi yang hangat, baik hati dan peduli terhadap orang lain. Dalam buku inilah tersirat makna Natal yang sesungguhnya.

  1. ‘Amazing Peace’ (2005) oleh Maya Angelou
Sastrawan besar Amerika Serikat Maya Angelou tak ketinggalan. Ia menulis puisi berbau Natal yang pada akhirnya dibuat menjadi buku anak-anak. Dalam cerita ini sebuah keluarga memilih bergabung mengisi Natal bersama komunitas mereka yang terdiri dari berbagai kalangan, kaya, miskin, berkulit hitam, putih, beragama Kristen, Islam hingga Yahudi.

  1. ‘The Steadfast Tin Soldier’ oleh Hans Christian Andersen and Cynthia Rylant
Adalah Cynthia Rylant yang menelurkan versi terbaru dari karya klasik Hans Christian Andersen ini. Novel ini berkisah tentang seorang tentara kaleng yang jatuh cinta dengan seorang balerina cantik. Dalam kisah aslinya (1838), cinta sang tentara digagalkan oleh seorang jin tetapi dalam versi terbaru ini memberikan sentuhan berbeda di akhir cerita.

  1. ‘The Little Match Girl’ (1845) atau ‘Si Gadis Korek Api’ oleh Hans Christian Andersen
Kisah ini mungkin sudah pernah kita tahu sebab memang pernah ditayangkan di stasiun televisi lokal. Seorang gadis kecil mengembara di jalan saat malam Natal. Agar bisa merasakan hangat, ia menyalakan korek api yang harusnya dia jual. Dan setiap kali melakukannya si gadis cilik ini merasakan pancaran hangat dan cinta yang indah. Pada akhirnya, pancaran tersebut mengantarkannya ke suatu tempat yang tak lagi membuatnya kedinginan, ketakutan dan kelaparan.

  1. ‘How the Grinch Stole the Christmas’ (1957) oleh Dr. Seuss
Cerita yang satu ini sudah beberapa kali diterjemahkan ke dalam film. Dibuat oleh sastrawan penulis buku anak-anak, Dr. Seuss, fiksi ini seolah tak terpisahkan dengan Natal. Karakter di dalamnya, Grinch, Max, Cindy-Lou dan semua warga di ‘Who-ville’ berhasil menyebarkan semangat Natal ke dalam berbagai hati, entah yang sedang ‘dingin’ atau gundah.

Sumber bacaan

Karya : Redaksi inspirasi.co