Karya Pilihan Minggu Ini

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 November 2017
Karya Pilihan Minggu Ini

Tulisan karya Rolyta Nur Utami : "Owie"

 

Catatan redaksi: Setelah memilih beberapa calon yang sama-sama bermutu bagus maka kami memilih “Owie” mewakili pilihan redaksi sebab ide tulisan ini unik. “Jika Kucing Bisa Ngomong”.. mungkin kira-kira begitulah judul alternatifnya, LOL. Kucing salah satu binatang piaraan favorit manusia memang banyak dijadikan teman curhat oleh si pemeliharanya. Selain menerima banyak perlakuan istimewa, kucing juga mempunyai empati dan rasa sayang kepada manusia. 

Rolyta Nur Utami pun menuangkan hubungan sayang manusia dengan kucing secara apik dalam “Owie” ini. Pelan dari asal muasal si Owie, Rolyta menyibak kisah yang menyedihkan di belakang si kucing baik ini. Dari kehidupannya yang ditinggal sang ibu lalu punya ibu tiri yang tidak ia sukai. Kemudian, dari situ dia pun ‘’ditinggal” oleh sang gadis yang sebab patah hati menelantarkannya secara emosional. Kekuatan karya ini terletak pada cara penyampaian yang pas sehingga perubahan emosi sang kucing dari terlihat jujur, apa adanya lalu bahagia sejak bertemu sang gadis baik hati. Kemudian emosinya berubah jadi marah dan muak terkait ayahnya lalu ikut patah hati seiring dengan masalah sang gadis. Di akhir cerita, Owie pun benar-benar marah dalam patah hatinya.



Video karya Fahri Rizki Cheko : "02 RISALA / Novel Faisal Syahreza (Teaser)"

 

Catatan redaksi: Video bagian dua yang dibuat berdasarkan novel Faisal Syahreza ini berlanjut dengan sangat baik. Paduan tulisan dan musik di dalamnya mengutip isi novel tentang cinta dan menjaga iramanya. Latar alam yang ditampilkan, membuat hati jadi adem. Tanpa dikatakan, video ini membuktian bahwa tulisan bahkan bisa bicara lebih dalam hanya dengan musik yang sederhana.

Sebelum menonton video ini, sebaiknya menonton video yang pertama agar suasana nyambung dan bisa mencerna dengan baik isi novel tersebut. Good job Fahri!



Foto karya Catit Gunawan : "Lebih Tinggi dari Matahari"

 

Catatan redaksi: Matahari adalah objek yang tak habis dimainkan. Dalam foto, kita bisa memanfaatkannya lewat sinar, bentuk, bahkan panasnya. Lagi-lagi, objek melayang jadi favorit. Dua manusia saling berhadapan seperti berkelahi melawan sinar matahari. Keduanya menghitam, tubuh mereka menyatu dengan sinar matahari yang keemasan.

Yang menarik dari foto ini adalah bagaimana kontras bermain dengan warna, bersatu dan menjadi sebuah foto yang bukan saja indah tetapi juga merepresentasikan kehebatan Tuhan. Foto ini seakan berkata bahwa alam dan manusia mestilah seimbang. Keduanya harus sama-sama saling terikat. Seperti matahari dan manusia dalam foto ini yang bersatu-padu menjadi keindahan.



Grafis karya Tukang Kutip : "Hujan seperti Puisi"

 

Catatan redaksi: Deretan beberapa kata yang terasa menyengat dengan kesederhanaan pilihan kata yang sekaligus mengandung banyak makna. Hujan memang selalu mengundang kita sekadar mengenang seseorang atau suatu kejadian yang berkesan dalam hidup kita.“Berirama dan begitu syahdu” tepat sekali menggambarkan pengalaman hidup atau kenangan yang kadang walau indah sekali pun terasa sedih atau bahasa anak sekarang, bikin gagal ‘move on’’. Tetapi hidup tetap harus berjalan bukan, inspirator?



Audio karya Wastu Kencana : "Coffe Time Eighteen Plus - Blank"

 

Catatan redaksi: Wastu Kencana berambut gondrong dan fotonya dibuat hitam putih. Dari fotonya saja kita bisa menyimpulkan ia pasti misterius dan penuh tanda tanya. Hal-hal itu tercermin dalam instrumen musik yang dibuatnya: abstrak dan tak terduga. Bukan hanya soal bunyi pertama yang terdengar dari instrumen ini kita langsung bertanya-tanya apa artinya?

Sayangnya, pemusik tak mungkin menjelaskan panjang lebar arti rancangannya dalam kata-kata. Tugas pemusik menyampaikan lewat bunyi-bunyian yang seharusnya, artinya bisa sampai ke hati para pendengar. Apapun makna yang dimaksud, kita masih bisa meerka-nerka dan menikmatinya sambil menutup mata.

  • view 62