Inspirator Minggu Ini: Asep Bahtiar Pandeglang

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 November 2017
Inspirator Minggu Ini: Asep Bahtiar Pandeglang

Jarang ada kreator yang begitu identik dengan sebuah karya sehingga ketika kita menyebut judul karya tersebut atau menyinggung isinya kita setidaknya penasaran dengan siapa yang membuatnya. Kami merujuk pada Asep Bahtiar Pandeglang, kreator dari karya bertajuk “Kamus Puisi, Kosakata dan Inspirasi Bahasa”. Mengupas ide yang dari awal saja sudah menarik, tak heran karya ini dibaca lebih dari 27 ribu kali.

Melalui tulisan pendek ini kita jadi tahu referensi kata-kata yang bisa dipakai membuat sajak, cerpen atau tulisan kreatif lainnya. Sungguh karya yang bermanfaat, informatif yang memang cocok sekali diunggah di Inspirasi.co yang memang banyak menampung karya kreatif dan unik.

Tulisan “Kalkulasi Cinta” satu jenis tulisan berkesan tentang cinta yang setelah membaca sampai akhir cukup berhasil membuat tertawa tersindir oleh kandungan idenya. Pilihan kata-kata yang sederhana tetapi mengena menjadikan coretan yang mungkin curahan hati Asep ini terbaca menggelitik yang dapat mewakili banyak orang yang, well, siapa sih yang belum pernah jatuh cinta?

Sosok Asep ini memang unik. “Mari Ngopi” juga jadi puisi pendek yang sanggup mengulik tema berat di balik budaya minum kopi, terutama jika dilakukan bersama dengan tetangga atau teman. “Untuk kemanusiaan dan segelas harga diri.. Mari ngopi..” dua baris penutup yang dapat mengartikan filosopi ngopi yang bukan sekadar minum biji kopi jenis Arabica atau Robusta.

Layang-layang” jadi jenis puisi romantis tanpa kesan lebay, berbeda dari “Mari Ngopi” tetapi tetap saja enak sekali dinikmati. Rima yang hampir semua berakhiran “ang”, sajak ini berbunyi indah ditambah dua baris penutup ” Untuk seorang gadis, Kemanapun kamu mencari.. Di episode terakhir, Kepadaku jua pulangmu kan kembali”. Dua baris ini menjadi penutup yang sangat manis.

Pura-pura” merupakan karya terbaru yang Asep unggah di sini dimana sajak ini menjadi lantunan patah hati yang mewakili mereka yang mencoba tegar meski rapuh. Antara ingin terlihat baik-baik saja dari luar atau memang sebagai sikap mencoba sabar dan kuat. Puisi yang menurut kami menunjukkan topeng manusia saat hatinya terluka, apakah untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasa di dalam hati atau menegaskan dirinya yang sedang berusaha sembuh? Tiap dari kita mungkin punya jawabannya masing-masing.

Semoga Asep semakin banyak menulis di sini!

  • view 35