Karya Pilihan Minggu Ini

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 November 2017
Karya Pilihan Minggu Ini


Tulisan karya Aji Latuconsina : "Kepala Di Kakiku Di Kepala"


Catatan redaksi: Membaca sajak Aji Latuconsina ini menegaskan fungsi puisi sebagai media kritik efektif dalam balutan kata yang terpilih secara tepat tanpa menghiraukan aspek keindahannya. Tiap bait puisi Aji ini mengangkat banyak metafora, simbolis yang oleh sang kreator dipilih sungguh secara cermat, mewakili bagian-bagian penting bangsa Indonesia yang kini jatuh ke pihak asing atau kaum kapitalis.

“Di kulit kepalaku.. tumbuh hutan-hutan kayu yang hijau panoramanya ditawan..”mengingatkan kita pada anugrah hutan yang sayangnya kini tak semuanya dikelola oleh masyarakat melainkan si pemodal besar. “Cermin wajahku tergores keriput..Oleh usia bumi yang ditentukan para durjana”.. di bait ini Aji turut memunculkan isu lingkungan yang makin hari makin miris sehingga membuat bumi terasa menua dan makin rusak. Kita butuh puisi semacam ini untuk menyadarkan kita untuk menjadikan hidup kita berkontribusi terhadap lingkungan dan ekonomi negara.


Video karya Fahri Rizki Cheko : "01 RISALA / Novel Faisal Syahreza (Teaser)"


Catatan redaksi: Satu kata untuk video ini: Wah! Musik dialun begitu lembut, senada dengan kata-kata yang dikutip dari dalam novel. Hanya saja, visualisasi yang muncul seperti tidak selaras dengan apa isi novel tersebut. 

Tapi langkah kaki demi langkah kaki yang diekspos seperti nyawa dari dalam novel itu sendiri. Seorang tokoh dalam novel yang punya sekelumit gelisah dalam dirinya, terombang-ambing dengan sebuah rasa, bertanya lewat kata-kata: kesemuanya tentang cinta. Lewat video ini, pembaca berhasil dibikin penasaran dengan isi novel Faisal Syahreza. Pemilihan judul pun berhasil bikin penasaran. Sebuah kolaborasi yang keren!


Foto karya Mus R. Soeyono : "Sekeping Memori"


Catatan redaksi: Kenangan di dalam otak bisa direkam dari berbagai sudut. Ada yang dari pengalaman melihat lewat mata, pengalaman mendengar lewat hidung dan indera-indera lainnya. Musriati mengenang kenangannya di gunung dan mengabadikannya dengan gambar. Gambar yang dihasilkan sangat biasa saja. Sebuah gunung menjulang di tengah bukit-bukit. Sebuah puncak gunung indah dan berhasil ditaklukkannya.

Lalu apa yang tak biasa? Yang tak biasa tentu saja pengalaman Musriati sendiri, pengalaman yang biasa jika dibandingkan dengan orang lain, namun baginya pengalaman itu sangat luar biasa dan dia menghargai serta mengabadikannya. Justru itu bagian yang keren.


Grafis karya Dicky Armando : "Pohon"


Catatan redaksi: Aksi menggores Dicky Armando yang sanggup menghasilkan pohon ceria. Warna-warni mencolok yang ternyata jika disatukan menyenangkan untuk dilihat. Inspirator yang melihat bisa mengambil dua makna. Cukup sebagai pohon berwarna atau seperti yang ditulis dalam keterangannya, tempat bernaung, apa pun atau siapa pun itu, yang tak hanya memberikan ketenangan tetapi juga semangat yang menggembirakan jiwa.


Audio karya Bigplan Band : "Tak Terhalang Apapun"


Catatan redaksi: 'Tak terhalang apapun', lirik dan musik yang tak jelas masih bisa dinikmati oleh pendengar. Lewat ketidakjelasan itu pulalah, justru lagu menjadi sangat hidup dan enak didengarkan. Judul yang dipilih akhirnya mewakili lagu itu sendiri. Enak didengar dan sangat enak dinikmati. Sungguh sebuah penciptaan yang baik untuk sebuah lagu. Mengalir dan memasuki horizon pendengar. Sebab musik adalah bahasa universal dan Big Plan Band berhasil membahasakannya. Great!

  • view 69